Ristiana Khafifah Rahmadita
Program Studi Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Brawijaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jawa Timur melalui Pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement Pantri Muthriana Erza Killian; Primadiana Yunita; Ristiana Khafifah Rahmadita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3244

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, namun kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional masih relatif rendah, yaitu sekitar 15,7%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan dasar ekspor dan memperkenalkan pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) kepada pelaku UMKM Jawa Timur. Pelatihan dilaksanakan secara daring dan diikuti sekitar 65 peserta melalui kolaborasi dengan Atase Perdagangan Republik Indonesia untuk Australia, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, dan praktisi usaha. Evaluasi dilakukan melalui survei pascapelatihan yang diisi oleh 44 peserta untuk mengidentifikasi pengetahuan awal secara retrospektif, minat pascapelatihan, persepsi keterterapan materi, dan kebutuhan pendampingan. Sebanyak 56,8% responden menyatakan bahwa sebelum kegiatan mereka belum mengetahui IA-CEPA; data ini menggambarkan kondisi awal retrospektif dan bukan hasil pengukuran peningkatan pengetahuan. Setelah pelatihan, 95,5% responden menyatakan berminat memanfaatkan IA-CEPA untuk ekspor ke Australia, dan 79,5% menilai materi dapat langsung diterapkan dalam usaha. Regulasi negara tujuan ekspor dipilih sebagai materi paling relevan oleh 43,2% responden, diikuti kurasi produk sebesar 36,4%. Temuan menunjukkan manfaat pelatihan sebagai pembekalan awal dan pemetaan kebutuhan pendampingan, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kemampuan ekspor karena tidak menggunakan desain pre-test–post-test.