Annisa Annisa
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pengelolaan Indikator Kinerja Utama Melalui Drive Based Information & Governance Integration (DIGI IKU) pada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 Annisa Annisa; Sadar Sadar
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.563

Abstract

Pengelolaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membutuhkan data dan dokumen yang akurat, terstruktur, mudah diakses, dan dapat dipantau berkala. Namun, pengelolaan masih terkendala penyimpanan dokumen yang tersebar, sulitnya pencarian data, monitoring yang belum optimal, serta koordinasi antarperangkat daerah yang memengaruhi efektivitas evaluasi kinerja dan pemenuhan dokumen SAKIP. DIGI IKU dikembangkan sebagai inovasi tata kelola digital berbasis Google Drive untuk menyimpan, mengelola, dan berbagi dokumen IKU secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan DIGI IKU, mengidentifikasi kendala pengelolaan dokumen, serta menilai kontribusinya terhadap efisiensi monitoring, koordinasi, transparansi, akuntabilitas, dan SAKIP. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis berupa reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa struktur folder berdasarkan perangkat daerah, jenis dokumen, indikator, dan periode pelaporan mempercepat pencarian serta pemantauan kelengkapan dokumen. Standardisasi format dan penamaan meningkatkan keseragaman administrasi, sedangkan sosialisasi dan pendampingan mengatasi keterbatasan literasi digital. Pemanfaatan Google Drive menjadi solusi terintegrasi yang praktis dan berbiaya rendah, dengan keberhasilan bergantung pada standardisasi tata kelola, kedisiplinan pengguna, pembagian kewenangan, dan komitmen perangkat daerah.