Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui analisis manajemen piutang dan profitabilitas selama periode 2021–2025. Manajemen piutang diukur menggunakan rasio Perputaran Piutang (Receivable Turnover/RTO) dan Days Sales Outstanding (DSO), sedangkan profitabilitas diukur menggunakan Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data berupa laporan keuangan tahunan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan menghitung rasio keuangan sesuai standar pengukuran yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen piutang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang diukur melalui rasio perputaran piutang memiliki rata-rata sebesar 7,49 kali dan berada pada kategori kurang efisien, sedangkan rasio DSO memiliki rata-rata 49 hari dan berada pada kategori cukup efisien. Dari sisi profitabilitas, rasio ROA, ROE, dan NPM menunjukkan kondisi yang tidak baik karena perusahaan belum mampu menghasilkan laba secara optimal dari aset, ekuitas, maupun penjualannya. Rendahnya profitabilitas dipengaruhi oleh tingginya beban operasional, beban pendanaan, serta pencadangan kerugian piutang yang berdampak pada penurunan laba perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selama periode 2021–2025 masih belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan efektivitas pengelolaan piutang, percepatan proses penagihan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memperbaiki profitabilitas dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.