Nan Rahminawati
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Treasure Hunt di RA An-Nuur Padalarang Fatimah Azzahra; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 53-60
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23976

Abstract

Abstract. Concentration is an essential aspect of cognitive development that supports young children's participation in learning activities. Preliminary observations conducted in Group B of RA An-Nuur Padalarang indicated that the concentration ability of children aged 5–6 years was still low, highlighting the need for more engaging learning activities appropriate to their developmental characteristics. This study aimed to describe the implementation of the Treasure Hunt game assisted by picture card media and to examine its effectiveness in improving children's concentration. The study employed a collaborative Classroom Action Research design using the Kemmis and McTaggart model, which consisted of planning, action, observation, and reflection. The participants were 19 children aged 5–6 years in Group B of RA An-Nuur Padalarang. Data were collected through observation and documentation and were analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings showed that children's concentration ability gradually improved from 40% in the pre-cycle to 42% in Cycle I, 63% in Cycle II, and 82% in Cycle III. These findings indicated that the implementation of the Treasure Hunt game assisted by picture card media effectively improved the concentration ability of children aged 5–6 years by creating an active, engaging, and meaningful learning environment. Abstrak. Kemampuan konsentrasi merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Hasil observasi awal di Kelompok B RA An-Nuur Padalarang menunjukkan bahwa kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun masih rendah, sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan Treasure Hunt berbantuan media kartu gambar serta mengetahui peningkatannya terhadap kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 anak Kelompok B RA An-Nuur Padalarang. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan konsentrasi anak mengalami peningkatan secara bertahap, yaitu dari 40% pada pra siklus menjadi 42% pada Siklus I, meningkat menjadi 63% pada Siklus II, dan mencapai 82% pada Siklus III. Dengan demikian, permainan Treasure Hunt berbantuan media kartu gambar efektif meningkatkan kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun melalui pembelajaran yang aktif, menarik, dan bermakna.
Kemampuan Guru Kelas B dalam Penggunaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di Kb Mitra Tanaya Baiq Sabrina Awanis; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 107-114
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24429

Abstract

Abstract This research was based on the importance of teachers’ ability to integrate technology, pedagogy, and learning content through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework in the digital era. Early childhood education requires creative, interactive, and developmentally appropriate learning, making technology an essential part of meaningful instruction. This study aimed to describe the TPACK ability of Grade B teachers at KB Mitra Tanaya, identify their professional development needs, and examine the supporting and inhibiting factors affecting TPACK implementation. A descriptive qualitative approach was employed. The subject of this study was a Grade B teacher at KB Mitra Tanaya. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that the teacher was able to integrate technology, pedagogy, and learning content effectively. Digital media, particularly learning videos, were used according to the learning theme and children's developmental stages, followed by discussions, question-and-answer sessions, role-playing, and other interactive activities. Development needs included training in educational technology, digital media development, and the use of learning applications. Supporting factors included technological facilities, school support, and teacher motivation, while inhibiting factors were limited internet access and insufficient time for developing digital learning media. These findings contribute to TPACK implementation in early childhood education and provide recommendations for future teacher training. Abstrak. Penelitian ini didasari oleh pentingnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di era digital. Pembelajaran anak usia dini memerlukan strategi yang kreatif, interaktif, dan sesuai tahap perkembangan sehingga teknologi menjadi bagian penting dalam proses belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan TPACK guru kelas B di KB Mitra Tanaya, menganalisis kebutuhan pengembangannya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru kelas B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran melalui penggunaan media digital, seperti video pembelajaran yang disesuaikan dengan tema dan tahap perkembangan anak, serta dipadukan dengan diskusi, tanya jawab, bermain peran, dan aktivitas kreatif. Kebutuhan pengembangan meliputi pelatihan teknologi pembelajaran, pengembangan media digital, dan peningkatan kompetensi penggunaan aplikasi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan perangkat teknologi, dukungan sekolah, dan motivasi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jaringan internet, fasilitas teknologi, dan waktu pengembangan media. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi TPACK di jenjang PAUD.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan melalui Permainan Bowling Berbahan Alam Lana Shabirah; Masnipal; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 241-248
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25891

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low ability of children aged 4–5 years to recognize number concepts at Pos PAUD Mutiara Insan. A preliminary observation of 14 children in Group A showed that most children had not been able to name the number sequence 1–10, recognize number symbols, use number symbols to count, or match number symbols with the corresponding quantity of objects, so the children's average ability reached only 32.1%. This study aimed to improve children's ability to recognize number concepts through a nature-material bowling game. The method used was Classroom Action Research (CAR) following the Kemmis and McTaggart model, carried out in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, documentation, and performance assessment of 14 children of Group A, and were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that the nature-material bowling game improved children's number concept recognition in every cycle: the average ability increased from 32.1% in the pre-cycle to 44.7% in Cycle I, 72.8% in Cycle II, and 89.3% in Cycle III. This improvement indicates that children became increasingly able to recognize number symbols, use them for counting, and match them with the appropriate quantity of objects through concrete and enjoyable play activities. It can be concluded that the nature-material bowling game is effective in improving number concept recognition among children aged 4–5 years and can serve as an alternative learning media that suits the characteristics of early childhood. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 4–5 tahun di Pos PAUD Mutiara Insan. Hasil observasi pra siklus terhadap 14 anak Kelompok A menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu menyebutkan urutan bilangan 1–10, mengenal lambang bilangan, menggunakan lambang bilangan untuk berhitung, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda, sehingga rata-rata kemampuan anak hanya mencapai 32,1%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui permainan bowling berbahan alam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi pada setiap siklusnya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan unjuk kerja terhadap 14 anak Kelompok A, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bowling berbahan alam mampu meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada setiap siklus. Rata-rata kemampuan anak meningkat dari 32,1% pada pra siklus menjadi 44,7% pada Siklus I, 72,8% pada Siklus II, dan 89,3% pada Siklus III. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa anak semakin mampu mengenal lambang bilangan, menggunakan lambang bilangan untuk berhitung, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda melalui kegiatan bermain yang konkret dan menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan bowling berbahan alam efektif meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia 4–5 tahun di Pos PAUD Mutiara Insan serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.