Dedih Surana
Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Bermain Balance Bike dan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun di Kampung Manoko, Lembang, Kabupaten Bandung Barat Annisa Mustika; Ayi Sobarna; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 61-70
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24060

Abstract

Abstract. This study describes daily balance bike play and gross motor development in children aged 4-5 years in Kampung Manoko, Lembang, West Bandung Regency. Balance bike play in this rural setting occurs naturally as free play, differing from prior studies that mostly examined structured, controlled balance bike programs. A qualitative descriptive approach was used, involving three children aged 4-5 years selected through purposive sampling and their parents as interview sources. Data were collected through observation, in-depth parent interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis with technique triangulation. The results show that: (1) balance bike play occurred naturally, almost daily for 20 minutes to one hour on varied terrain, providing diverse movement experiences; (2) before regularly playing, children showed varied initial conditions, including limited physical activity, unstable balance, and developing coordination; and (3) after regularly playing, children maintained balance, coordinated body movements, moved more agilely, and showed age-appropriate muscle strength, although individual variation remained. These findings indicate that balance bike play in a village environment provides diverse movement experiences and supports gross motor development in early childhood, affirming that natural rural play environments offer rich opportunities for children to develop their abilities. Abstrak. Penelitian ini mendeskripsikan aktivitas bermain balance bike dan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di Kampung Manoko, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas ini berlangsung alami sebagai free play, berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya mengkaji program balance bike dalam setting terkontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga anak usia 4-5 tahun yang dipilih melalui purposive sampling dan orang tua mereka sebagai sumber wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas bermain balance bike berlangsung alami, hampir setiap hari selama 20 menit hingga satu jam pada medan bervariasi sehingga memberikan pengalaman gerak beragam; (2) sebelum rutin bermain, anak-anak menunjukkan kondisi awal beragam berupa keterbatasan aktivitas fisik, keseimbangan belum stabil, dan koordinasi gerak yang masih berkembang; dan (3) setelah rutin bermain, anak-anak mampu menjaga keseimbangan, mengoordinasikan gerakan tubuh, bergerak lebih lincah, serta memiliki kekuatan otot sesuai usianya, meski tetap ada variasi individual. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain balance bike di lingkungan kampung memberikan pengalaman gerak beragam dan berpotensi mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini, sekaligus menegaskan bahwa lingkungan bermain alami di pedesaan menjadi ruang kaya kesempatan bagi anak mengembangkan kemampuannya.
Implementasi Program Parent–Teacher untuk Meningkatkan Kapasitas Orang Tua dalam Pengasuhan Anak Widi Fachrunnisa; Asep Dudi Suhardini; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 273-280
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.26048

Abstract

Abstract. This study aims to examine how the Parent–Teacher Program is implemented to help parents improve their abilities in caring for and educating their children at Khodimul Ummat Kindergarten in Bandung. This study employs a qualitative approach and uses the case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and parents, and the collection of relevant documents. Data analysis was conducted in several stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with validity tested using triangulation of sources, techniques, and time. The results indicate that the Parent–Teacher Program is implemented through structured planning and involves the principal, teachers, and the curriculum department. The program is implemented through various activities, such as parent training sessions, teachers serving as instructors, consultations on child development, and regular communication between the school and parents. Evaluation is conducted continuously through teachers’ self-reflection on their performance, feedback from parents, and observations during the activities. Supporting factors include commitment from the school, good communication, and active parental participation, while hindering factors are time constraints and insufficient parental attendance. This program helps improve parents’ knowledge, understanding, and ability to implement better parenting practices. In addition, this program also strengthens cooperation between families and schools in supporting the growth and development of young children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Program Parent–Teacher diterapkan dalam membantu orang tua meningkatkan kemampuan mereka dalam merawat dan mendidik anak di TK Khodimul Ummat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menerapkan metode studi kasus. Data diperoleh dengan cara mengamati, melakukan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua, serta mengumpulkan dokumen-dokumen terkait. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu mengurangi data, menampilkan data, dan membuat kesimpulan dengan menguji keabsahan menggunakan triangulasi dari sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Parent–Teacher dijalankan dengan perencanaan yang terstruktur dan melibatkan kepala sekolah, guru, serta bagian kurikulum. Program ini dijalankan melalui berbagai aktivitas, seperti kegiatan pembinaan orang tua, guru sebagai pengajar, konsultasi tentang pertumbuhan anak, serta komunikasi berkala antara sekolah dan orang tua. Evaluasi dilakukan terus-menerus dengan cara guru merenungkan kinerjanya, menerima masukan dari orang tua, serta mengamati selama kegiatan berlangsung. Faktor yang mendukung meliputi komitmen dari sekolah, komunikasi yang baik, dan partisipasi aktif orang tua, sementara faktor yang menghambat adalah keterbatasan waktu dan tingkat kehadiran orang tua yang masih kurang memadai. Program ini membantu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan orang tua dalam menerapkan cara pengasuhan yang lebih baik. Selain itu, program ini juga memperkuat kerja sama antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak usia dini.