Abstract. Speech delay in early childhood is a developmental issue that affects communication, social, emotional, and academic aspects. This condition is influenced not only by internal factors within the child but also by parenting styles and the family environment, including limited interaction and language stimulation. This study aims to analyze parental parenting patterns toward speech delay in a 6-year-old child within the family setting. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving two parents and a 6-year-old child experiencing speech delay in Cikutra, Bandung. The findings indicate that: (1) parenting patterns tend to be inconsistent, with a dominance of authoritarian style combined with some democratic aspects; (2) interaction and language stimulation are still limited; (3) the child experiences difficulties in pronunciation, word combination, and overall communication; and (4) contributing factors include limited parental time, harsh discipline, lack of supervision, insufficient knowledge of language stimulation, and the absence of professional intervention. Therefore, active parental involvement is needed to enhance language stimulation, improve the quality of interaction, and provide positive emotional support to optimize the child’s speech development. Abstrak. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang berdampak pada aspek komunikasi, sosial, emosional, dan akademik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal anak, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga, seperti kurangnya interaksi dan stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang tua dan anak usia 6 tahun yang mengalami keterlambatan bicara di Kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh cenderung tidak konsisten dengan dominasi otoriter dan sebagian aspek demokratis; (2) interaksi dan stimulasi bahasa masih terbatas; (3) anak mengalami kesulitan pelafalan, penggabungan kata, dan komunikasi; dan (4) faktor penyebab meliputi keterbatasan waktu orang tua, disiplin keras, kurangnya pengawasan, minimnya pengetahuan, serta belum adanya penanganan profesional. Diperlukan peran aktif orang tua dalam meningkatkan stimulasi bahasa, kualitas interaksi, dan dukungan emosional agar perkembangan bicara anak optimal.