Dedi Andria
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Sindrom Mata Kering di Poli Lansia Puskesmas Kuta Alam Tahun 2023 Rauzatul Hikmah; Nopa Arlianti; Dedi Andria
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1360

Abstract

Sindroma mata kering adalah masalah kesehatan yang signifikan, mempengaruhi 9.5–90% populasi global dan dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari seperti membaca, mengemudi, dan penggunaan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan sindroma mata kering di Poli Lansia Puskesmas Kuta Alam tahun 2023. Mengingat tingginya prevalensi dan dampak negatif sindroma ini, penting untuk memahami perilaku pencegahan yang dapat diterapkan. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 572 pasien wanita di Poli Lansia, dengan 85 responden dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pada tanggal 3–13 Mei 2023, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32.4% responden memiliki perilaku pencegahan mata kering yang baik, 47.1% memiliki pengetahuan baik, 47.2% bersikap positif, dan 45.9% pernah terpapar informasi terkait mata kering. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value = 0.008), sikap (p-value = 0.002), dan paparan informasi (p-value = 0.016) dengan perilaku pencegahan sindroma mata kering.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan, sikap, dan akses informasi dapat memperbaiki perilaku pencegahan. Oleh karena itu, petugas kesehatan diharapkan untuk memberikan penyuluhan yang lebih intensif mengenai gejala, dampak, dan cara pencegahan sindroma mata kering, yang dapat berkontribusi pada kebijakan kesehatan untuk mengurangi risiko dan komplikasi yang terkait.