Cicillia Artitin
Radiologi, Fakultas Vokasi, Universitas Baiturrahmah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengukuran Dosis Radiasi pada Organ Tiroid Saat Pemeriksaan Panoramik Menggunakan Optically Stimulated Luminescence (OSL) di RSUD Padang Pariaman Cicillia Artitin; Hego Putra Junior; Livia Ade Nansih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1735

Abstract

Dosis radiasi mempunyai efek terhadap organ, salah satunya organ sensitive terhadap radiasi adalah organ tiroid, dimana jarak organ tiroid sangat dekat dengan  sumber sinar x  pada saat pemeriksaan panoramik yang dapat mempengaruhi hormon triodotironin  dan tiroksin. Tujuan penelitan untuk mengetahui berapa jumlah dosis yang diterima organ tiroid dan apakah melebihi nilai batas dosis yang ditetapkan. Jenis Penelitian studi kuantitatif metode Eksperimental dilakukan di instalasi radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariaman pada tanggal 04 Juni 2024, menggunakan teknik Purposive sampel dengan rumus Cluster mendapatkan 7 sampel dengan menggunakan alat ukur dosimeter optically stimulated luminescence (OSL), faktor ekspose yang yang diberikan sama yaitu tegangan tabung 75 kV, kuat arus 12 mA, Waktu 12 s, FFD 49 cm, dengan OSL diletakan didepan tiroid pasien. Hasil dosis dibacakan di PT ALYPZ kemudian data diolah menggunakan rumus dosis efektif dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dosis efektif yang diterima organ tiroid pada pemeriksaan Panoramik berkisar antara 0,0044 mSv hingga 0,0112 mSv dengan rata rata 0,00657143 mSv. Dosis yang diterima organ tiroid pada pemeriksaan Panoramik masih dalam batas aman karena tidak melebihi nilai batas dosis yang telah ditetapkan dalam Perka BAPETEN yaitu 15 mSv dalam satu tahun. Maka untuk melebihi Nilai Batas Dosis dibutuhkan pemeriksaan sebanyak 2285 kali dalam setahun.