Aulia Hafizha Akhada
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Nilai Konstanta Daun Sirih Merah dan Hijau Menggunakan Metode Pengolahan Citra Digital untuk Estimasi Luas Daun dengan Metode Montgomery Aulia Hafizha Akhada; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Ubad Badrudin; Romaldo da Costa Ximenes
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1761

Abstract

Pengukuran luas daun merupakan parameter penting dalam studi fisiologi dan pertumbuhan tanaman, namun metode konvensional sering memerlukan alat khusus dan prosedur yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan nilai konstanta daun sirih merah dan sirih hijau berbasis pengolahan citra digital sebagai dasar estimasi luas daun menggunakan metode Montgomery. Sebanyak 30 sampel daun masing-masing jenis diambil citranya dengan latar putih dan objek tuntun sebagai skala pembanding, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk memperoleh luas daun terukur. Dimensi panjang dan lebar daun diukur manual untuk perhitungan konstanta daun, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan divalidasi melalui analisis regresi dan statistik akurasi model. Hasil menunjukkan nilai konstanta rata-rata sebesar 0,925 pada sirih merah dan 0,890 pada sirih hijau, dengan distribusi data homogen tanpa outlier. Korelasi antara luas daun terukur dan prediksi menunjukkan hubungan linear yang kuat (R2 sebesar 0,7145 untuk sirih merah dan 0,7207 untuk sirih hijau). Evaluasi akurasi model menghasilkan RMSE sebesar 2,843 (sirih merah) dan 3,585 (sirih hijau), dengan indeks Willmott mendekati 1. Meskipun demikian, terdapat indikasi overestimasi pada sirih merah yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Pendekatan ini berpotensi diterapkan secara luas pada tanaman lain, terutama yang memiliki keterbatasan dalam pengukuran langsung, sehingga dapat menjadi alternatif praktis, efisien, dan murah dibandingkan metode lainnya.