Indah Dwi Pratiwi
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Lama Bekerja dan Pelatihan Pertolongan Pertama pada Vicarious Trauma Relawan Lalu Lintas di Kota Malang Indah Dwi Pratiwi; Edi Purwanto; Arnes Shela; Nur 'Aini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1791

Abstract

Vicarious trauma (VT) atau stres traumatis sekunder merupakan masalah psikologis yang kian mendesak untuk diteliti, terutama pada relawan lalu lintas jalan raya sebagai first responder dalam kecelakaan dan situasi darurat. Tingginya frekuensi paparan mereka terhadap peristiwa traumatis berpotensi memicu gangguan psikologis serius, namun minimnya literatur dan upaya pencegahan menjadikan riset ini penting dan mendesak. Tanpa intervensi berbasis bukti, dampak VT dapat mengganggu kesehatan mental relawan sekaligus mengurangi efektivitas layanan darurat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara vicarious trauma dengan lama bekerja dan pelatihan pertolongan pada kecelakaan pada relawan lalu lintas di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan fokus pada relawan dari Komunitas Relawan Lalu Lintas Kota Malang. Responden dalam penelitian ini adalah 62 relawan lalu lintas yang tergabung dalam dua komunitas relawan lalu lintas di Kota Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan Vicarious Trauma Scale (VTS). Hasil analisis korelasi Spearman-Rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara lama bekerja dan vicarious trauma (ρ = -0.291, p = 0.022). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pelatihan pertolongan pertama dan vicarious trauma (ρ = 0.213, p = 0.097). Beban kerja yang berat dan paparan berulang terhadap trauma meningkatkan risiko vicarious trauma, terutama ketika tidak ada dukungan organisasi yang memadai. Meskipun pelatihan pertolongan pertama sendiri tidak secara signifikan mempengaruhi vicarious trauma, paparan kerja yang lebih lama mungkin dapat mengurangi dampaknya. Penting untuk memperkuat sistem dukungan psikososial dan mengadopsi kebijakan organisasi yang berorientasi pada pemahaman trauma guna melindungi kesejahteraan para relawan.