Nahdiah Purnamasari
PhD in Child Development and Disabilities, Faculty of Medical Sciences, Newcastle University, UK

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kagel Exercise terhadap Aktivitas Fungsional Menggunakan Skor PFAQ pada Ibu Postpartum dengan Persalinan Pervaginam di RSKD Ibu dan Anak Sitti Fatimah Makassar Dyah Iswanti Ningrum; Zirah Magfirah Ariandi; Davina Cheryl Liliana; Anis Wardah Wulandari; Andi Besse Ahsaniyah; Nahdiah Purnamasari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1804

Abstract

Ibu postpartum yang melakukan persalinan pervaginam identik dengan rasa nyeri yang akan dirasakan akibat adanya ruptur pada perineum yang dapat mempengaruhi ibu saat melakukan mobilisasi dan aktivitas fungsional. Salah satu latihan yang dapat diberikan untuk membantu meningkatkan aktivitas fugsional yaitu kegel exercise. Penelitian Qurasi Experimental desigen dengan jenis rancangan pretest dan post-test control group design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 17 kelompok ekperimental (kegel exercise) dan 17 kelompok kontrol (breathing exercise). kelompok eksperimen diberikan kegel exercise dengan frekuensi 3 kali sehari, 9 kali repetisi sebanyak 3 set. Aktivitas fungsional diukur menggunakan Postpartum Functional Assessment Questionnaire (PFAQ). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih besar pada aktivitas fungsional, khususnya aspek mobilitas, duduk, bangun dari tempat tidur, berjalan ke toilet dan perawatan anak dibandingkan kelompok kontrol. Proporsi pasien yang mampu mobilitas mandiri meningkat 70,6 poin (23,5%→94,1%) pada kelompok eksperimen, jauh lebih tinggi dibanding kontrol yang hanya naik 11,7 poin (76,5%→88,2%). Peningkatan serupa terlihat pada aktivitas duduk (58,6 vs 0 poin), bangun dari tempat tidur (52,9 vs 5,9), dan ke toilet (41,1 vs 17,6). Sebaliknya, aspek dasar seperti makan, perawatan diri, dan perawatan mulut sejak awal sudah >88% sehingga tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok. Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan Kegel berpengaruh signifikan dalam meningkatkan aktivitas fungsional ibu postpartum persalinan pervaginam, terutama aspek mobilitas, duduk, bangun dari tempat tidur, berjalan, dan perawatan anak. Temuan ini mendukung potensi integrasi latihan Kegel kedalam perawatan nifas rutin untuk mempercepat pemulihan fungsi ibu.