Ridwan Fatkuroqim
Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pengrajin Gamelan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Ratna Fajariani; Afrian Eskartya Harjono; Amalia Wima Az-Zahra; Mubin Nurrasyid; Naila Rizquna Maulida; Retno Dwi Cahyani; Ridwan Fatkuroqim
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1818

Abstract

Pengrajin gamelan di Sukoharjo berisiko tinggi mengalami gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat aktivitas manual handling yang dilakukan dalam postur tidak ergonomis dan paparan iklim kerja panas. Proses produksi yang masih dilakukan dengan tradisional menuntut posisi kerja membungkuk, gerakan berulang, dan beban fisik tinggi dalam lingkungan kerja yang sempit dan minim ventilasi. Survei awal menunjukkan mayoritas pekerja mengalami keluhan otot dan sendi dimana hal ini sejalan dengan data nasional dan internasional yang mencatat peningkatan kasus MSDS pada sektor informal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor risiko (postur kerja dan iklim kerja) dengan keluhan MSDs. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu pekerja bagian penempaan berjumlah 20 orang yang diambil dengan teknik puprosive sampling. Penelitian ini menggunakan Form Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengukur postur kerja, Heat Stress Monitor QUESTemp untuk mengukur iklim kerja panas, dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs. Data penelitian diolah secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji statistik  Korelasi Pearson, serta multivariat melalui uji linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan yang sangat kuat antara postur kerja dengan MSDs (p=0,000; r=0,950) dan variabel iklim kerja juga memiliki hubungan signifikan yang cukup kuat dengan MSDs (p=0,048; r=0,448). Secara multivariat, hasil uji menunjukkan bahwa variasi skor keluhan MSDs tergambarkan oleh variabel postur kerja dan iklim kerja (R2=0,906). Simpulannya yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dan iklim kerja sebagai faktor risiko keluhan MSDs sehingga perlunya pengendalian lebih lanjut untuk mengurangi risiko kesehatan bagi pekerja, khususnya MSDs.