Smartphone merupakan hasil kemajuan teknologi yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan telah mencapai popularitas global, sehingga penggunaan berlebihan akan menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak negatif. Mahasiswa menjadi salah satu kalangan yang diperhatikan. Penggunaan dalam durasi lama dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan mahasiswa, seperti risiko tension type headache dan cervical syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan risiko tension type headache dan cervical syndrome pada mahasiswa S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik menggunakan metode pendekatan cross sectional, penentuan jumlah sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel sebanyak 145 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian diambil melalui kuesioner penelitian. Data yang diperoleh sebanyak 85 (58,6%) responden masuk kedalam kategori durasi penggunaan smartphone ≥8 jam (sangat tinggi) dengan sebaran responden kategori risiko TTH, yaitu 53 (36,6%) bukan TTH, 25 (17,2%) Probable TTH dan 7 (4,8%) TTH, sedangkan pada sebaran responden kategori risiko Cervical Syndrome, yaitu 13 (9%) tidak nyeri, 26 (17,9%) nyeri ringan, 38 (26,2%) nyeri sedang dan 8 (5,5%) nyeri berat. Hasil uji korelasi Somers’d antara variabel menunjukkan hasil nilai signifikasi sebesar 0,865 (p>0,05) dan sebesar 0,593 (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan risiko tension type headache dan cervical sydrome pada mahasiswa S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Hasil ini mengindikasikan faktor lain, seperti stres, kualitas tidur dan postur mungkin lebih berpengaruh.