Rubbens Marcello Yumana
Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RESPONS KEBIJAKAN MONETER DALAM MENGHADAPI VOLATILITAS NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AS TAHUN 2026 Rubbens Marcello Yumana; Leon Lianto Jony; Sunday Noya
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perekonomian global pada tahun 2026 menempatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada tingkat volatilitas yang ekstrem, dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah sejak Februari 2026 yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan penguatan indeks Dolar AS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas respons kebijakan moneter Bank Indonesia dalam meredam volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS selama gejolak ekonomi tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui metode studi literatur dan kajian dokumen sekunder, meliputi data historis USD/IDR, cadangan devisa, dan tingkat BI-Rate, serta dokumen resmi Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan progresif dari kisaran Rp15.800 pada Januari hingga menembus level psikologis Rp18.130 per Dolar AS pada awal Juni 2026. Sebagai respons, Bank Indonesia mengambil langkah pre-emptive dan forward-looking dengan menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026 guna menarik aliran modal asing dan menstabilkan nilai tukar. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga berkorelasi dengan tanda-tanda konsolidasi Rupiah pada awal Juni 2026, meskipun tekanan eksternal yang bersumber dari faktor geopolitik dan imported inflation tetap membatasi efektivitas instrumen moneter domestik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bauran kebijakan moneter yang komprehensif merupakan respons yang tepat, namun efektivitasnya bergantung pada kredibilitas sinyal kebijakan serta kondisi pasar keuangan global.