Siti Robiah
Gunadarma University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN USIA IBU, PARITAS, USIA KEHAMILAN, ANEMIA, CEPHALOPELVIC DISPROPORTION DAN MALPRESENTASI DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD CIBINONG TAHUN 2024 Siti Robiah; Arini Kusmintarti
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i2.289

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang ditandai dengan pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan berlangsung dan dapat meningkatkan risiko infeksi, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Kejadian KPD masih menjadi masalah kesehatan maternal karena angka kejadiannya cukup tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal serta obstetri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, usia kehamilan, anemia, cephalopelvic disproportion (CPD), dan malpresentasi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) pada ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Data yang digunakan berupa data sekunder dari rekam medis ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 387 responden dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 387 responden, sebanyak 178 ibu (46,0%) mengalami KPD. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,003), usia kehamilan (p=0,000), anemia (p=0,000), cephalopelvic disproportion (CPD) (p=0,000), dan malpresentasi (p=0,001) dengan kejadian Ketuban Pecah Dini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu, paritas, usia kehamilan, anemia, CPD, dan malpresentasi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2024. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini terhadap faktor risiko KPD guna mencegah komplikasi pada ibu dan bayi.