This Author published in this journals
All Journal IJEMA
Ajeng Kusuma Dewi
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Optimalisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 – 2024 Ajeng Kusuma Dewi; Marsellisa Nindito; Muhammad Yusuf
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 8 (2026): IJEMA - Agustus 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta, namun masih meningkatnya jumlah kendaraan Belum Daftar Ulang (BDU), besarnya piutang PKB, serta potensi penerimaan yang belum tergali menunjukkan bahwa optimalisasi penerimaan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan PKB, kontribusi PKB terhadap PAD, efektivitas strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta merumuskan strategi optimalisasi penerimaan PKB. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain explanatory sequential, melalui analisis data kuantitatif dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif meliputi tingkat efektivitas penerimaan PKB, kontribusi PKB terhadap PAD, laju pertumbuhan penerimaan PKB, Compound Annual Growth Rate (CAGR), serta analisis tax effort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PKB dipengaruhi oleh digitalisasi pelayanan, kualitas pelayanan Samsat, pengelolaan kendaraan BDU, program pemutihan, kesadaran wajib pajak, kondisi ekonomi, dan administrasi kendaraan. PKB memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD dan strategi yang diterapkan telah efektif mencapai target penerimaan, meskipun potensi penerimaan masih belum optimal. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan digitalisasi, optimalisasi pengelolaan BDU, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sosialisasi perpajakan, serta pelaksanaan program insentif secara selektif.