Rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 76 Pekanbaru masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh pembelajaran yang berpusat pada guru, kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong aktivitas berpikir dan kolaborasi. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif dalam memahami konsep-konsep IPAS sehingga hasil belajar belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 76 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Metode ini dipilih karena sesuai untuk mengukur perubahan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada satu kelompok sampel. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas V yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan dengan validitas isi sebesar 95%, sebanyak 24 butir soal dinyatakan valid, serta memiliki reliabilitas sangat tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,935. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. pretest = 0,071; Sig. posttest = 0,200) dan homogen (Sig. = 0,837). Hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,042 (<0,05) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar IPAS siswa. Selain itu, aktivitas pembelajaran juga meningkat dari 58,33% pada pertemuan pertama menjadi 91,67% pada pertemuan keempat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) efektif meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 76 Pekanbaru. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol, melibatkan jumlah sampel yang lebih besar, serta mengkaji pengaruh TPS terhadap aspek lain seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kolaborasi siswa.