Penamaan produk merupakan salah satu strategi utama dalam pemasaran karena nama produk tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang menyampaikan informasi mengenai fungsi dan karakteristik produk kepada konsumen. Dalam proses penamaan ini, bahasa sering digunakan secara kreatif melalui berbagai proses pembentukan kata. Dalam bahasa Jerman, salah satu proses pembentukan kata yang sangat produktif adalah komposisi atau pembentukan kata majemuk (Kompositia), khususnya kata majemuk nomina (Nominalkomposita), yang melibatkan penggabungan dua atau lebih unsur leksikal menjadi satu kata baru dengan makna tertentu. Fenomena ini tidak hanya ditemukan dalam kosakata umum bahasa Jerman, tetapi juga dalam berbagai konteks penggunaan bahasa, termasuk dalam penamaan produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis struktur kata majemuk nomina dalam penamaan produk kosmetik berbahasa Jerman di bawah merek Nivea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan fenomena bahasa berdasarkan data yang diperoleh (Creswell & Guetterman, 2019). . Data penelitian terdiri dari unsur leksikal dalam nama produk kosmetik berbahasa Jerman yang mengandung kata majemuk nomina. Data dikumpulkan dari nama produk yang tercantum pada kemasan produk dan katalog di situs web resmi Nivea. Dalam penelitian ini, analisis tidak berfokus pada nama produk secara keseluruhan, melainkan pada unsur leksikal yang menunjukkan proses komposisi atau pembentukan kata majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata majemuk nomina yang ditemukan dalam penamaan produk kosmetik Nivea umumnya dibentuk melalui pola nomina + nomina (N+N), kata majemuk dengan unsur penghubung (fugenmorfem), serta kata majemuk kompleks yang terdiri dari lebih dari dua unsur leksikal. Selain itu, semua kata majemuk tersebut menunjukkan pola “right-headed”, yang berarti unsur kepala terletak di akhir kata dan menentukan makna utama dari kata majemuk tersebut.