Jauharotun Nafisah
Prodi Bahasa Arab Universitas Ma’arif Lampung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Identitas Budaya Lokal dan Ideologi Linguistik dalam Buku Teks Bahasa Arab Perguruan Tinggi Jauharotun Nafisah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks bahasa Arab di perguruan tinggi sejatinya bukan sekadar instrumen transfer linguistik, melainkan juga medium transmisi ideologi dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis wujud representasi identitas budaya lokal serta membongkar ideologi linguistik yang terinternalisasi di dalam materi ajar tersebut. Kajian ini menggunakan desain penelitian kepustakaan murni dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku teks yang lazim digunakan di perguruan tinggi Indonesia. Analisis data mengadopsi kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang membedah dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menemukan adanya pola marginalisasi yang signifikan terhadap identitas budaya lokal Nusantara, baik secara tekstual maupun visual. Materi ajar terbukti masih didominasi oleh unsur sosiokultural Timur Tengah yang berpusat pada bias Arab-sentris. Penelusuran lebih lanjut menyingkap adanya hegemoni ideologi purisme linguistik yang memosisikan bahasa dan budaya lokal secara hierarkis lebih rendah dibandingkan bahasa target. Fenomena ini merepresentasikan bentuk imperialisme linguistik yang berpotensi mengikis ketahanan budaya mahasiswa. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya dekonstruksi wacana dan transformasi paradigma dalam penyusunan bahan ajar. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal mutlak diperlukan guna menciptakan keseimbangan representasi identitas serta mendukung pembentukan karakter kebangsaan pembelajar di era globalisasi.