Penelitian ini mengkaji bagaimana calon guru menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MA NU Darul Ishlah, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan transkrip wawancara PPL sebagai sumber data utama. Data dianalisis secara tematis berdasarkan pemahaman partisipan mengenai KBC, praktik di kelas, tantangan, strategi, dukungan guru pamong, dan refleksi profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru memahami KBC sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada kasih sayang, kepedulian, apresiasi, rasa hormat, empati, dan kepekaan terhadap kondisi siswa, namun tetap mempertahankan aturan dan disiplin yang tepat. Penerapannya di kelas mencakup kegiatan menyapa siswa, menanyakan kabar, mengapresiasi usaha siswa, mendorong pengajuan pertanyaan dan pendapat, menanggapi kesalahan tanpa mempermalukan, memberikan bantuan individual dan waktu tambahan, menyepakati aturan kelas, serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan motivasi siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan waktu pembelajaran, kesenjangan antara teori pendidikan dan realitas di kelas, serta terbatasnya pengalaman calon guru. Untuk mengatasi tantangan tersebut, mereka menggunakan pendekatan personal, komunikasi terbuka, apresiasi, pendekatan berdiferensiasi, sikap tegas yang tetap menghargai, konsultasi dengan guru pamong, dan refleksi pascapembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan KBC bukan sekadar pelaksanaan konsep kurikulum, melainkan sebuah proses pembelajaran profesional yang menuntut calon guru untuk menyeimbangkan empati dengan ketegasan, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, mengelola kelas secara efektif, serta terus melakukan refleksi terhadap praktik mengajar mereka.