Arifatun Nisak
Department of Islamic Religious Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Al-Qur'an Science University (UNSIQ), Wonosobo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI CALON GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MA NU DARUL ISLAH: TANTANGAN, STRATEGI, DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN Waridatuz Zulfa; Izzatul Mar’ah Az-Zahroh; Balya Jayanda Danial; Duwiyani Duwiyani; Arifatun Nisak; Ulfia Datul Latifah; Ahmad Maulana Faiz Al-Ghifari Kamal; Misbahul Baihaqi; Nugroho Prasetya Adi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana calon guru menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MA NU Darul Ishlah, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan transkrip wawancara PPL sebagai sumber data utama. Data dianalisis secara tematis berdasarkan pemahaman partisipan mengenai KBC, praktik di kelas, tantangan, strategi, dukungan guru pamong, dan refleksi profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru memahami KBC sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada kasih sayang, kepedulian, apresiasi, rasa hormat, empati, dan kepekaan terhadap kondisi siswa, namun tetap mempertahankan aturan dan disiplin yang tepat. Penerapannya di kelas mencakup kegiatan menyapa siswa, menanyakan kabar, mengapresiasi usaha siswa, mendorong pengajuan pertanyaan dan pendapat, menanggapi kesalahan tanpa mempermalukan, memberikan bantuan individual dan waktu tambahan, menyepakati aturan kelas, serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan motivasi siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan waktu pembelajaran, kesenjangan antara teori pendidikan dan realitas di kelas, serta terbatasnya pengalaman calon guru. Untuk mengatasi tantangan tersebut, mereka menggunakan pendekatan personal, komunikasi terbuka, apresiasi, pendekatan berdiferensiasi, sikap tegas yang tetap menghargai, konsultasi dengan guru pamong, dan refleksi pascapembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan KBC bukan sekadar pelaksanaan konsep kurikulum, melainkan sebuah proses pembelajaran profesional yang menuntut calon guru untuk menyeimbangkan empati dengan ketegasan, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, mengelola kelas secara efektif, serta terus melakukan refleksi terhadap praktik mengajar mereka.