Risma Uli Malumma Sagala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Komparatif Markah Aterogenik pada Fenotipe Metabolik versus Reproduksi Pasien PCOS: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis dengan Pemodelan PMOS Andhika Syahdan; Risma Uli Malumma Sagala; Bisma Apta Kusuma
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1169

Abstract

Pendahuluan: Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin heterogen yang dikaitkan dengan risiko kardiometabolik jangka panjang. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengevaluasi penanda aterogenik pada fenotipe dominan metabolik yang dimodelkan secara retrospektif (model PMOS) dan fenotipe PCOS dominan reproduksi/bertubuh ramping atau lean. Metode: Pencarian dilakukan di Scopus dan PubMed mengikuti kerangka kerja PRISMA. Empat studi utama yang melibatkan 1.045 partisipan (tiga studi observasional dan satu uji klinis acak) disintesis menggunakan model efek acak inverse-variance, dengan penilaian risiko bias menggunakan ROBINS-I dan RoB 2. Pembahasan: Untuk rasio TG/HDL, kedua subkelompok fenotipe menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kontrol masing-masing (SMD gabungan 0,52 untuk subkelompok metabolik dan 0,62 untuk subkelompok reproduksi), tanpa adanya heterogenitas statistik yang teramati (I² = 0%); namun, uji antar-subkelompok tidak menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,73). Untuk apolipoprotein B (ApoB), estimasi gabungan menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik pada subkelompok metabolik (SMD 0,35; p = 0,0469), sedangkan estimasi pada subkelompok reproduksi tidak signifikan (SMD 0,34; IK 95% -0,23 hingga 0,91; p = 0,24). Hasil pada subkelompok reproduksi tidak menunjukkan tidak adanya risiko aterogenik karena sampel kecil dan kekuatan statistik terbatas. Interpretasi ApoB juga memerlukan kehati-hatian karena satu studi acak berisiko bias tinggi akibat penyimpangan dari intervensi yang direncanakan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, temuan ini mendukung penilaian risiko kardiometabolik yang berorientasi pada fenotipe, namun tidak menetapkan perbedaan definitif antar-fenotipe; diperlukan studi multisenter prospektif berskala lebih besar, khususnya pada PCOS dengan tubuh ramping atau lean.