Yose Natasa
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fleksibilitas Otot Hamstring sebagai Salah Satu Faktor Risiko Low Back Pain Yose Natasa; Ria Lestari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1178

Abstract

Pendahuluan: Low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 619 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2020. Di Indonesia, prevalensi LBP dalam periode 12 bulan pada orang dewasa usia pertengahan tercatat sebesar 44,29%. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah penurunan fleksibilitas otot hamstring. Otot hamstring yang mengalami tightness dapat mengganggu mekanika lumbopelvik dan meningkatkan stres pada struktur tulang belakang. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi peran fleksibilitas hamstring sebagai faktor risiko LBP non-spesifik. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri pinggang bawah sejak jatuh 1 tahun lalu. Nyeri memberat saat duduk lama, bangun tidur, atau mengangkat beban berat. Pasien memiliki gaya hidup sedentari dengan aktivitas fisik minimal. Pemeriksaan fisik menunjukkan tightness pada otot hamstring (tes SLR 90/90: aktif 65°/56°, pasif 55°/40°), BMI 31,0, serta kebugaran yang buruk. Diagnosis yang ditegakkan adalah unspecified low back pain dengan obesitas dan ketidakseimbangan otot. Tatalaksana diberikan berupa latihan fleksibilitas dan aktivasi otot. Diskusi: Literatur menunjukkan hubungan yang kontroversial antara tightness hamstring dan LBP. Beberapa studi menemukan korelasi positif dengan disabilitas, sementara yang lain tidak. Pada pasien ini, tightness otot hamstring diduga berkontribusi terhadap perubahan mekanik lumbopelvik, namun faktor lain seperti obesitas, gaya hidup sedentari, dan postur kerja buruk turut berperan. Simpulan: Fleksibilitas hamstring merupakan salah satu faktor risiko LBP non-spesifik, namun pendekatan holistik yang menangani faktor-faktor lain seperti obesitas dan pola aktivitas fisik diperlukan dalam penatalaksanaannya.