Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Strategi Komunikasi Bank Indonesia dalam Penguatan Efektivitas Kebijakan di Era Digital 4.0 Puji Widodo
Journal of Business, Social and Technology Vol. 7 No. 4 (2026): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v7i4.746

Abstract

Latar belakang: Komunikasi bank sentral berperan penting dalam membentuk ekspektasi masyarakat, memperkuat kredibilitas kebijakan, dan mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter. Peralihan menuju era Digital 4.0 telah mengubah pola komunikasi dari komunikasi satu arah menjadi komunikasi yang lebih cepat, kolaboratif, interaktif, dan berbasis multi-channel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi komunikasi Bank Indonesia pada era Digital 4.0 menggunakan pendekatan SWOT. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Faktor internal dan eksternal dianalisis melalui matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) untuk menentukan posisi strategis komunikasi kebijakan Bank Indonesia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai IFAS sebesar 0,66 dan EFAS sebesar −0,60. Berdasarkan pemetaan pada diagram SWOT, koordinat (0,66; −0,60) menempatkan komunikasi kebijakan Bank Indonesia pada Kuadran IV atau posisi defensif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bank Indonesia memiliki kekuatan internal, lingkungan eksternal masih memberikan tekanan yang perlu diantisipasi. Strategi yang diperlukan mencakup penguatan komunikasi antarlembaga, optimalisasi kanal digital, peningkatan literasi kebijakan masyarakat, penyederhanaan pesan kebijakan, serta penguatan kapasitas komunikasi di tingkat daerah. Kesimpulan: Efektivitas komunikasi kebijakan Bank Indonesia di era Digital 4.0 memerlukan penguatan kapasitas internal dan langkah antisipatif terhadap berbagai ancaman eksternal. Hasil penelitian memberikan dasar bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih adaptif, transparan, inklusif, dan mudah dipahami masyarakat.