Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika quality of work life (QWL) pada pegawai Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan ditinjau dari perspektif psikologi. Kajian ini didasari oleh stereotip yang menempatkan pekerjaan kearsipan sebagai lingkungan kerja yang monoton dan minim stimulasi, sementara observasi awal justru menunjukkan kondisi kerja yang kondusif dan relasi antarpegawai yang hangat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui dua teknik pengumpulan data, yaitu observasi partisipatif pasif berbasis 30 indikator perilaku dan wawancara semi terstruktur terhadap empat pegawai yang mewakili berbagai bidang kerja. Data dianalisis secara tematik berdasarkan delapan dimensi QWL yang dikemukakan oleh Alqarni (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dimensi, yaitu kompensasi, kondisi kerja, integrasi sosial, konstitusionalisme, dan relevansi sosial pekerjaan, dinilai terpenuhi secara konsisten oleh mayoritas pegawai, sementara tiga dimensi lainnya, yakni pengembangan kapasitas diri, keamanan karier, dan keseimbangan kerja-kehidupan, menunjukkan variasi signifikan yang dipengaruhi status kepegawaian dan karakteristik individual. Penghayatan makna dan kebanggaan terhadap profesi kearsipan teridentifikasi sebagai faktor protektif utama yang menopang QWL secara keseluruhan. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian psikologi organisasi mengenai QWL pada konteks instansi pemerintahan daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian empiris, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi pengelolaan kesejahteraan psikologis pegawai secara berkelanjutan.