Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tagline Sebagai Strategi Komunikasi Branding: Hubungannya dengan Brand Awareness pada Konsumen Muda (Studi Pada Kopi Prolog di Kota Bogor) Hasna Khoirunnisa; Muhammad Luthfie; Ali Alamsyah Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/q9e0b647

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi komunikasi branding yang diterapkan pelaku usaha, termasuk coffee shop, dalam membangun hubungan dengan konsumen dan meningkatkan brand awareness. Salah satu bentuk komunikasi branding yang banyak digunakan adalah tagline, yaitu pesan singkat yang merepresentasikan identitas dan nilai suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tagline sebagai strategi komunikasi branding dengan brand awareness pada konsumen muda Kopi Prolog di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional terhadap 100 responden yang merupakan konsumen muda Kopi Prolog. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Spearman Rank, serta uji hipotesis dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tagline Instagram “Dari Prolog Kita Berdialog” dengan brand awareness konsumen muda, yang ditunjukkan oleh nilai Spearman’s rho sebesar 0,349 dengan p < 0,001. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik persepsi konsumen terhadap kejelasan pesan, daya tarik, kesesuaian dengan identitas merek, dan konsistensi penggunaan tagline, maka semakin tinggi tingkat brand awareness. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tagline sebagai strategi komunikasi branding berkontribusi dalam membangun brand awareness pada konsumen muda, meskipun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas produk, pengalaman konsumen, dan komunikasi digital yang berkelanjutan.