Luthfiah Bengi
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Qira'ah Jahriyah Method in Improving the Accuracy of Makharijul Huruf in Arabic Language Instruction for Elementary Madrasah Students Luthfiah Bengi; Mukhlisah Mukhlisah
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 15 No. 2 (2026): El Ibtikar
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ibtikar.v15i2.24636

Abstract

Ketepatan makharijul huruf menjadi salah satu persoalan mendasar yang dihadapi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran bahasa Arab, mengingat perbedaan sistem fonologi antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran metode qira'ah jahriyah dalam meningkatkan ketepatan makharijul huruf pada pembelajaran bahasa Arab siswa MI melalui pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan metode kajian literatur (literature review). Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, SINTA, dan Garuda. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memetakan pola kesalahan makharijul huruf serta mekanisme penerapan qira'ah jahriyah dalam pembelajaran bahasa Arab di jenjang dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa qira'ah jahriyah berperan signifikan dalam membentuk ketepatan makharijul huruf siswa MI melalui tiga mekanisme utama, yaitu peniruan langsung (modelling), koreksi seketika atas kesalahan pelafalan, serta pengulangan terstruktur yang membangun kebiasaan artikulasi yang benar. Efektivitas metode ini dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam melafalkan huruf Arab secara tepat, kesesuaian materi bacaan dengan tingkat perkembangan siswa, serta konsistensi pelaksanaan latihan, sementara tantangan utamanya adalah rendahnya penguasaan huruf hijaiyah pada siswa pemula dan interferensi fonologis bahasa ibu. Simpulan penelitian menegaskan bahwa qira'ah jahriyah merupakan metode yang relevan dan strategis untuk diterapkan secara sistematis dalam pembelajaran bahasa Arab di MI guna membentuk ketepatan makharijul huruf sejak usia dini, serta perlu diintegrasikan dalam desain kurikulum bahasa Arab MI yang berkesinambungan disertai penguatan kompetensi guru.
Arabic Dialectology as a Bridge Between Fusha and ʿAmiyyah in Arabic Language Learning for Indonesian Migrant Workers (TKI) Luthfiah Bengi; Moch Fajarul Falah
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 15 No. 2 (2026): El Ibtikar
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ibtikar.v15i2.24548

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di negara-negara Arab selama ini cenderung lebih menekankan pada Fusha (Bahasa Arab Standar Modern). Kondisi ini bertentangan dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari di negara yang dituju, yang mengharuskan mereka untuk menguasai ‘Amiyyah (dialek lokal) yang bervariasi secara signifikan antar wilayah. Kesenjangan ini seringkali menjadi hambatan serius bagi TKI dalam beradaptasi secara sosial, efektif dalam bekerja, dan bahkan menjaga keselamatan pribadi. Penelitian ini mengkaji secara kritis apakah kurikulum dan materi pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di lembaga pelatihan pra-pemberangkatan TKI telah memasukkan penemuan tentang dialektologi, khususnya mengenai variasi dialek di negara tujuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa kurikulum dan materi ajar yang ada belum secara sistematis memasukkan variasi lahjah negara tujuan. Dialektologi, sebagai cabang linguistik yang mengkaji variasi dan penyebaran dialek, memberikan kontribusi penting dalam merancang materi ajar yang kontekstual, fungsional, dan relevan dalam komunikasi. Penelitian ini menegaskan bahwa dialektologi Arab berperan sebagai penghubung yang sangat penting antara Fusha yang diajarkan secara formal dan ‘Amiyyah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi pendekatan dialektologis ke dalam pengembangan kurikulum dan materi bahasa Arab untuk TKI adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan kesiapan komunikatif dan adaptasi sosial budaya mereka di negara tujuan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya pembelajaran budaya negara tujuan sebagai bagian yang esensial dari penguasaan bahasa, mengingat bahasa dan budaya memiliki keterkaitan yang erat, yang dapat diperkuat melalui pendekatan sosiolinguistik.