Dio Putra Amal
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SDN 01 LAMPER TENGAH Dio Putra Amal; Galih Dwi Pradipta
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/zx2kd394

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana indeks massa tubuh (BMI) dan tingkat kebugaran fisik siswa kelas lima di SDN 01 Lamper Tengah saling terkait. Desain penelitian menggunakan teknik potong lintang dan metode observasional. Populasi penelitian terdiri dari 28 siswa, dan dengan menggunakan pendekatan total sampling, seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Tinggi dan berat badan masing-masing responden digunakan untuk menentukan BMI mereka, yang kemudian dihitung menggunakan rumus Body Mass Index. Sementara itu, Tes Kebugaran Siswa Nusantara digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran fisik. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa tingkat kebugaran fisik siswa memiliki hubungan yang signifikan dengan indeks massa tubuh mereka. Kedua variabel memiliki hubungan negatif, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar - 0,407 dengan tingkat signifikansi 0,031 (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung kurang bugar secara fisik ketika BMI mereka lebih tinggi. Menurut data deskriptif, mayoritas mahasiswa memiliki BMI normal (46,4%), dan tingkat kebugaran fisik mereka sebagian besar berada dalam kategori sedang (42,9%) dan baik (39,3%). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara kebugaran fisik mahasiswa dan status gizi yang ditentukan oleh BMI. Jadi, penelitian ini menyarankan bahwa dalam menerapkan pendidikan jasmani dan kesehatan (PJOK), menjaga status gizi yang sesuai dan meningkatkan kebugaran fisik perlu diperhatikan. Untuk membantu mencapai kesehatan dan kebugaran fisik yang optimal, studi ini juga bisa digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program aktivitas fisik dan edukasi gizi bagi orang tua dan siswa.