Andi Harmoko Arifin
Universitas Terbuka, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran dalam Mengatasi Kesenjangan antara Omzet dan Profit pada PT. SMA, Samarinda Tiong Lie Budi Haryono Tanujaya; Andi Harmoko Arifin; Agus Santosa
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v7i6.9560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang selama ini diterapkan oleh PT. SMA, Samarinda dalam menghadapi kesenjangan antara pertumbuhan omzet dan profitabilitas, sekaligus merumuskan pendekatan strategi pemasaran yang lebih tepat guna dengan memanfaatkan kerangka Balanced Scorecard (BSC). Selama periode 2022–2024, omzet perusahaan meningkat konsisten dari Rp82 miliar menjadi Rp95 miliar, namun laba bersih justru menurun dari Rp2,66 miliar menjadi Rp1,46 miliar, sehingga margin laba bersih tergerus dari 2,86% menjadi hanya 0,92%. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melalui wawancara mendalam terhadap informan internal dan eksternal, observasi, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik tematik dan dipetakan ke dalam empat perspektif Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan omzet–profit disebabkan oleh interaksi lima faktor utama, yaitu orientasi strategi yang masih berbasis volume (volume-driven), dominasi pekerjaan bermargin rendah, tekanan biaya operasional yang terus meningkat, ketergantungan pada pelanggan lama yang loyal namun sensitif terhadap harga, serta inefisiensi proses bisnis internal yang diperparah oleh keterbatasan kapasitas organisasi. Kondisi ini menempatkan perusahaan pada situasi high revenue–low margin trap. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran orientasi strategi dari berbasis volume menuju berbasis nilai (value-based marketing), penguatan efisiensi biaya, diversifikasi basis pelanggan, perbaikan proses bisnis internal, serta pengembangan kapabilitas organisasi secara terintegrasi melalui pendekatan Balanced Scorecard agar pertumbuhan omzet dapat sejalan dengan peningkatan profitabilitas.