Madura merupakan salah satu wilayah dengan angka perceraian tinggi sehingga banyak perempuan membesarkan anak-anak mereka tanpa suami. Fenomena ini menghadirkan tantangan unik, terutama dengan perkembangan teknologi digital yang dapat memicu kecanduan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami secara mendalam pengalaman praktik pengasuhan digital ibu tunggal Madura dalam membesarkan anak-anak mereka tanpa kehadiran suami. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diterapkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan delapan partisipan penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perempuan status ibu tunggal karena perceraian atau kematian pasangan dan sedang mengasuh anak. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan bantuan software NVivo versi 15 yang disajikan dalam visualisasi data Project Map, Chart, dan Diagram Comparison. Teknik kredibilitas data melalui peer debriefing untuk menghindari subjektifitas dari peneliti. Hasil menunjukkan bahwa terdapat tiga tema utama yang ditemukan, yakni dinamika psikologis, faktor yang memengaruhi praktik digital parenting, dan model digital parenting yang diterapkan. Ibu Tunggal madura memaknai pengasuhan di era digital secara ambivalen, sebagai tantangan sekaligus peluang. Temuan ini dapat memperkuat peran ibu tunggal dalam pengasuhan digital, meningkatkan literasi digital di kalangan ibu tunggal sekaligus berkontribusi pada penelitian selanjutnya di bidang penerapan teknologi dalam pengasuhan modern.