Selvia Junita Praja
Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sumedang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

COLLABORATIVE LEADHERSHIP DALAM PENANGANAN PROGRAM PENGENTASAN STUNTING DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN Serly Wulandari; Selvia Junita Praja
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 7 No 3 (2024): PAPATUNG Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v7i3.1999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan collaborative leadership dalam penanganan program pengentasan stunting di Kota Administrasi Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative leadership dalam penanganan stunting telah berjalan dengan baik, tetapi belum optimal. Berdasarkan konsep collaborative governance Ansell dan Gash (2008), kolaborasi tercermin dalam lima dimensi, yaitu face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Implementasinya diwujudkan melalui pertemuan dan sosialisasi lintas sektor, program Kampung Gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pembentukan Kelompok Peduli Gizi (KPG), GO TUNTAS JS, Gerebek Stunting, rembuk stunting, serta kerja sama melalui MoU lintas sektor. Meskipun berbagai program telah menunjukkan hasil positif, masih ditemukan kendala berupa rendahnya keterbukaan dan partisipasi sebagian orang tua dalam Posyandu serta belum optimalnya koordinasi antaraktor. Kolaborasi telah berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting sebesar 1,18%, namun diperlukan penguatan kepemimpinan kolaboratif, partisipasi masyarakat, kepercayaan antaraktor, dan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas penanganan stunting secara berkelanjutan.