Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CEGAH PENYAKIT BAWAAN AIR, POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN EDUKASI SANTRI DETEKSI E. COLI: - Fatmi Indah hati; Siti Khairunnisya; Muhammad Fadhil Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62525

Abstract

Kualitas air yang tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi dapat menjadi media penularan penyakit bawaan air (waterborne disease), salah satunya akibat kontaminasi Escherichia coli (E. coli). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri mengenai kualitas air higiene sanitasi, bahaya kontaminasi E. coli, serta upaya pencegahannya melalui edukasi dan praktik pemeriksaan mikrobiologi air. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren X, Banjarbaru, dengan melibatkan 30 santri menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Metode kegiatan meliputi pre-test, edukasi interaktif, demonstrasi pengambilan sampel air secara aseptis, praktik pemeriksaan E. coli dengan metode membran filter menggunakan TAPiH Coli (Teknologi Alat Penyaring & Identifikasi Higienis Coli), diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 61,3 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test, atau meningkat sebesar 38,2% dibandingkan nilai awal. Kegiatan juga memperkenalkan SATRIA AIR (Santri Terampil dan Siaga Air) sebagai agen edukasi dan kepedulian terhadap kualitas air di lingkungan pesantren. Kombinasi edukasi, praktik langsung, dan penerapan teknologi sederhana dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi laboratorium oleh Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mendukung peningkatan kepedulian santri dalam menjaga kualitas air dan menerapkan higiene sanitasi sebagai bagian dari pencegahan penyakit bawaan air di lingkungan pesantren