Okta Setia Indra Pradja
Rw, 001, Kelurahan Banjarasari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KWT KELOMPOK SAHABAT TANI SEJAHTERA TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM KKN MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KELURAHAN BANJARSARI RW 001 METRO UTARA Apip Alansori; Amalia Indah Permata Sari; Hajriansyah Hajriansyah; Melti Tri Diana; Nia Aziza Naim; Siti Aulia Sari; Okta Setia Indra Pradja
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62828

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya lokal potensial yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kesehatan sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan. Namun, pemanfaatan TOGA membutuhkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali jenis, manfaat, serta metode budidaya dan perawatannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan dan membudidayakan TOGA melalui kegiatan penanaman bersama dengan Kelompok KWT Sahabat Tani Sejahtera di Kelurahan Banjarsari, RW 001, Metro Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026, menggunakan metode pendidikan masyarakat dan praktik langsung. Kegiatan dimulai dengan observasi lingkungan, dilanjutkan dengan diskusi bersama KWT, dan sosialisasi mengenai definisi, jenis, manfaat, dan metode penanaman serta perawatan TOGA. Kegiatan ini dilanjutkan dengan persiapan lahan dan penanaman bersama. Sepuluh anggota KWT berpartisipasi dalam kegiatan ini, melibatkan lima spesies tanaman: jahe, kunyit, sereh, lengkuas, dan Kencur. Hasilnya menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif anggota KWT dalam penggemburan tanah, penanaman, pemupukan, dan perawatan tanaman. Program ini juga memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis dalam budidaya tanaman obat dan mendorong penggunaan lahan yang produktif. Program ini diharapkan dapat mendukung kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat dan keberlanjutan pengelolaan tanaman obat di lingkungan setempat