Fibrinika Tuta Setiani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Penerapan Model Continuity of Care (CoC) dalam Asuhan Kebidanan pada Ny K Umur 25 Tahun di Puskesmas Kalikajar 1 Fibrinika Tuta Setiani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia remain significant public health challenges that require comprehensive and continuous midwifery care. The continuity of care (CoC) approach is essential to improve the quality of maternal and neonatal services through sustained monitoring from pregnancy to family planning services. This case study aimed to provide comprehensive midwifery care using the continuity of care (CoC) approach for Mrs. K, a 25-year-old primigravida (G2P1A0) at 25 weeks and 4 days of gestation, in the working area of Kalikajar 1 Public Health Center, Wonosobo Regency. This study employed a descriptive case study design with a continuity of care (CoC) approach. The subject was selected because she was a primigravida requiring continuous monitoring throughout pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal care, and family planning services. Primary data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the SOAP format. The midwifery care was conducted from November 5, 2025, to June 6, 2026, at Kalikajar 1 Public Health Center and the patient’s residence in Sigug Village, Kalikajar District. The results demonstrated that comprehensive and continuous midwifery care was successfully implemented from the second trimester of pregnancy through childbirth, postpartum, neonatal, and family planning periods. No complications were identified in either the mother or the baby during the care process. The delivery occurred spontaneously, the baby was born full-term in good condition, the postpartum and neonatal periods were physiological, and the mother chose a three-month injectable contraceptive method according to her needs. The implementation of continuity of care (CoC) contributed to comprehensive maternal and neonatal health monitoring, supported early detection of complications, and enhanced the quality of midwifery services. In conclusion, the implementation of continuity of care (CoC) is effective in supporting comprehensive and sustainable midwifery services, thereby contributing to improved maternal and neonatal health outcomes.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan pelayanan kebidanan secara berkesinambungan. Pendekatan continuity of care (CoC) penting diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal melalui pemantauan berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan pendekatan continuity of care (CoC) pada Ny. K usia 25 tahun G2P1A0 usia kehamilan 25 minggu 4 hari di wilayah kerja Puskesmas Kalikajar 1 Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan continuity of care (CoC). Subjek dipilih karena merupakan ibu multigarvida yang memerlukan pemantauan berkelanjutan selama kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga penggunaan kontrasepsi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Asuhan dilakukan pada periode 5 November 2025 sampai 6 Juni 2026 di Puskesmas Kalikajar 1 dan rumah pasien di Desa Sigug, Kecamatan Kalikajar. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa asuhan kebidanan berkesinambungan berjalan dengan baik mulai dari masa kehamilan trimester II , persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Selama proses asuhan tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi. Persalinan berlangsung spontan, bayi lahir cukup bulan dalam kondisi sehat, masa nifas dan neonatus berlangsung fisiologis, serta ibu menggunakan KB suntik 3 bulan sesuai kebutuhan. Penerapan continuity of care (CoC) memberikan manfaat dalam pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh, mendukung deteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan.Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan continuity of care (CoC) efektif dalam mendukung pelayanan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal.
Implementasi Senam Pelvic Rocking dalam Kelas Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kesiapan Persalinan di Desa Kedalon Fibrinika Tuta Setiani; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is often accompanied by various physical discomforts, particularly during the second and third trimesters, including lower back pain, pelvic discomfort, fatigue, and anxiety related to childbirth. One non-pharmacological intervention that can be used to alleviate these complaints is pelvic rocking exercise. However, the knowledge and skills of pregnant women regarding pelvic rocking remain limited, including among participants of maternal classes in Kedalon Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and skills related to pelvic rocking as an effort to enhance comfort during pregnancy and prepare for childbirth. The methods used in this program included health education, demonstrations, direct practice of pelvic rocking exercises using mats, and evaluation through pretest and posttest assessments. The target participants were pregnant women in the second and third trimesters attending maternal classes in Kedalon Village. Evaluation was conducted to assess improvements in participants’ knowledge and skills after the intervention. The results demonstrated an increase in pregnant women’s knowledge following the educational sessions and training. Most participants were able to correctly perform pelvic rocking movements and reported feeling more relaxed, comfortable, and experiencing reduced back pain after practicing the exercises. Educational methods combined with direct practice were considered effective in improving participants’ understanding and active participation in maternal classes.In conclusion, pelvic rocking training in maternal classes was effective in improving pregnant women’s knowledge and skills, while also providing benefits in reducing pregnancy discomfort and enhancing preparedness for childbirth.   Abstrak Kehamilan sering disertai berbagai ketidaknyamanan fisik, terutama pada trimester II dan III, seperti nyeri punggung bawah, pegal pada pinggang, mudah lelah, dan kecemasan menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah pelvic rocking. Namun, pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai pelvic rocking masih rendah, termasuk pada peserta kelas ibu hamil di Desa Kedalon Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang pelvic rocking sebagai upaya meningkatkan kenyamanan selama kehamilan dan persiapan persalinan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung pelvic rocking menggunakan matras, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil trimester II dan III yang mengikuti kelas ibu hamil di Desa Kedalon. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Sebagian besar peserta mampu mempraktikkan gerakan pelvic rocking dengan benar serta menyatakan merasakan tubuh lebih rileks, nyaman, dan berkurangnya nyeri punggung setelah latihan dilakukan. Metode edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dinilai efektif meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif peserta dalam kelas ibu hamil. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelatihan pelvic rocking pada kelas ibu hamil mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta memberikan manfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan dan meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan.