Continuity of Care (COC) Midwifery Care is a Continuity of Care care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). (Rayment-Jones et al., 2021) Pregnancy, childbirth and postpartum are physiological processes, in this process there are possible conditions that can threaten the lives of the mother and child. Maternal and infant mortality rates are indicators of the success of the role of midwifery. One of the efforts made is to provide midwifery services with Continuity of Care (COC) from Pregnancy, Postpartum, and Newborn Care (BBL). By this planning, it is vulnerable to physiological and pathological problems that have an indirect impact on the morbidity and health of the mother and baby (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2022). This study uses a descriptive case study method on one subject, namely Mrs. T, G2P1A0 with KEK. This study was conducted on Desember 15, 2025 at the Bojong I Health Center. Continuity of Care (COC) midwifery care provided to Mrs. "W" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. In Mrs. "T" the pregnancy process went physiologically without any problems with back pain activity disorders at 28 weeks of pregnancy. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management was carried out according to the 60 APN steps. In normal and smooth postpartum midwifery care, there was a problem of low breast milk supply on the 3rd day postpartum. In providing family planning midwifery care, the mother was given counseling and decided to use a 3-month injection of contraception. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. The "W" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and family planning results show no gap between theory and the midwifery care provided. It is hoped that the midwifery profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will continue to apply midwifery management, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards Abstrak Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara Continuity of Care dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).(Rayment-Jones et al., 2021) Kehamilan, bersalin dan nifas merupakan proses fisiologis, dalam proses ini terdapat kemungkinan keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan anak. Angka Kematian ibu dan bayi dalam indikator keberhasilan peranan kebidanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kebidanan secara Continuity Of Care (COC) dari Kehamilan, Nifas, dan Perawatan Bayi Baru Lahir (BBL). Oleh perencanaan tersebut rentan terhadap masalah-masalah fisiologis maupun patologis yang berdampak tidak langsung pada kesakitan dan kesehatan ibu dan bayi (Kementerian Kesehatan RI, 2022)..Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif (case study) pada satu subjek yaitu Ny.T, G2P1A0 hamil fisiologis. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 di Puskesmas Bojong I.Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) yang diberikan pada Ny.”W” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”T” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak masalah gangguan aktifitas nyeri punggung pada kehamilan 28 minggu. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar ada masalah asi seng sedikit pada hari ke 3 post partum. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “W” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil tidak adanya kesenjangan antara teori dan asuhan kebidanan yang di berikan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan Kebidanan.