Nurhayanti
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Annisa Rahman; Fajrianisa Sholihah; Nurhayanti; Ermawati; Felismia Maria Carrdoso; Agustina Carvalho Moniz Tilman; Elia Nurfalah; Ririn Febriyani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service was Hybrid Learning on May 30, 2026 at the At-Taqwa Belendung Islamic Boarding School. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 26 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was in the poor category, with 20 (76.9%) and after the counseling session, 24 (92.3%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.   Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresure kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning pada tanggal 30 Mei 2026 di Pondok Pesantren At-Taqwa Belendung. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresure nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 26 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 24 orang (92,3%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai akupresure.  Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi disminore pada remaja secara non farmokologi terutama akupresure.