Muhammad Afghan Thariq Attala
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Komunikasi Da'i dalam Toleransi Beragama di Kampung Toleransi Balonggede Bandung Muhammad Afghan Thariq Attala; Asep Ahmad Siddiq; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 313-320
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25529

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'i (Islamic preacher) communication in building religious tolerance in Balonggede Tolerance Village, Bandung, a densely populated settlement with three places of worship from different religions standing side by side for 98 years without significant conflict, officially designated a Tolerance Village by the Bandung City Government on 9 July 2019. Using Aristotle's Rhetoric Theory, this research aims to identify the da'i's ethos (credibility), pathos (emotional approach), and logos (logical argumentation) in fostering tolerance. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through indepth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that ethos is built through deep religious knowledge, integrity, and interfaith trust; pathos is manifested through a humanist emotional approach including friendliness, empathy, and involvement in interfaith activities; and logos is constructed through argumentation grounded in Qur'anic verses and hadith delivered rationally and contextually. These three rhetorical elements complement one another and prove effective in building and sustaining religious tolerance within a multireligious community. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi da'i dalam membangun toleransi beragama di Kampung Toleransi Balonggede, Kota Bandung, sebuah permukiman padat penduduk yang memiliki tiga rumah ibadah dari agama berbeda—Masjid AsSalam, Gereja Kalam Kudus, dan Vihara Karuna Mukti—yang berdiri berdampingan sejak 98 tahun tanpa konflik berarti dan telah ditetapkan Pemerintah Kota Bandung sebagai Kampung Toleransi pada 9 Juli 2019. Penelitian bertujuan mengetahui ethos (kredibilitas), pathos (pendekatan emosional), dan logos (argumentasi logis) da'i dalam membangun toleransi tersebut dengan menggunakan Teori Retorika Aristoteles. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos da'i terbangun melalui pengetahuan keagamaan yang mendalam, integritas dan keteladanan, serta kepercayaan masyarakat lintas agama. Pathos da'i diwujudkan melalui pendekatan emosional yang humanis berupa sikap ramah, empati, dan keterlibatan dalam kegiatan lintas agama. Logos da'i dibangun melalui argumentasi berbasis dalil AlQur'an dan hadis yang disampaikan secara rasional, kontekstual, dan komunikatif. Ketiga unsur retorika tersebut saling melengkapi dan terbukti efektif dalam membangun serta memelihara toleransi beragama di tengah masyarakat multireligius.