N Sausan M Shaleh
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung dalam Membangun Kesadaran Moderasi Beragama Muhamad Arya; Asep Ahmad Siddiq; N Sausan M Shaleh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 321-330
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25778

Abstract

Abstract. This study examines the communication strategy of the Interfaith Harmony Forum (FKUB) of Bandung City in building public awareness of religious moderation in a religiously conducive city. This research aims to identify FKUB's communication planning, its implementation, and the supporting and inhibiting factors it encounters. A qualitative descriptive approach was used, employing in-depth interviews, observation, and documentation with three key informants: the FKUB management staff, the Deputy Secretary representing the Chairperson, and a religious leader representing the Confucian community. Data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings show that FKUB's communication planning remains structurally oriented, following the government hierarchy, with general, nationhood-based messages rather than audience-specific ones, while social media serves only as a supporting channel behind direct engagement. Implementation is carried out through nationhood dialogues, routine socialization of the Joint Regulation of Two Ministers, and continued mentoring of six Tolerance Villages. Supporting factors include local government backing, credible religious leaders, and long-standing social tolerance capital, while inhibiting factors include budget limitations, low public literacy, outside provocation, and an unresolved leadership transition. The study concludes that FKUB's strategy is predominantly relational rather than digitally optimized, effective for maintaining harmony, yet still requires a more structured evaluation mechanism. Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung dalam membangun kesadaran moderasi beragama di kota yang relatif kondusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan komunikasi, implementasinya, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi FKUB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan kunci, yaitu pengurus FKUB, Wakil Sekretaris yang mewakili Ketua, dan tokoh agama perwakilan Konghucu. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan komunikasi FKUB masih bersifat struktural mengikuti hierarki pemerintahan, dengan pesan yang general dan berorientasi kebangsaan, sementara media sosial hanya berperan sebagai saluran pendukung di balik dominasi pendekatan tatap muka. Implementasinya dilaksanakan melalui dialog kebangsaan, sosialisasi rutin Peraturan Bersama Dua Menteri, serta pembinaan berkelanjutan enam Kampung Toleransi. Faktor pendukungnya meliputi dukungan pemerintah daerah, kredibilitas tokoh agama, dan modal sosial toleransi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya literasi masyarakat, provokasi dari luar kota, dan regenerasi kepengurusan yang belum tuntas. Penelitian ini menyimpulkan strategi komunikasi FKUB bersifat relasional dan belum sepenuhnya memanfaatkan media digital, efektif menjaga kerukunan, namun masih memerlukan mekanisme evaluasi yang lebih terstruktur.
Efektivitas Program Majlis Taklim Ma'rifatullah dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Jemaah Masjid Daarut Tauhiid Bandung Muhammad Sihabuddin; Ida Afidah; N Sausan M Shaleh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 349-356
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25871

Abstract

Abstract. This research is prompted by an observed discrepancy between the theoretical comprehension of ma'rifatullah and the practical application of moral values among the congregation at the Daarut Tauhiid Mosque in Bandung. The primary objective of this study is to evaluate the efficacy of the Ma'rifatullah Majlis Taklim Program in enhancing the moral quality of its attendees. The study employs a descriptive quantitative methodology, utilizing observation, interviews, questionnaires, and documentation for data collection. Statistical analyses were conducted, grounded in the theoretical frameworks of program effectiveness and Al-Ghazali's conceptualization of ma'rifatullah.The empirical findings indicate that while the program's implementation is categorized as satisfactory, it does not exert a statistically significant influence on the moral improvement of the congregation. Nonetheless, both the overall effectiveness of the program and the respondents' baseline moral quality were independently classified within a favorable tier. The study concludes that moral development is not solely contingent upon programmatic interventions, but is also significantly mediated by intrinsic and environmental factors. Consequently, it is recommended that program administrators implement more rigorous periodic evaluations, provide targeted congregational mentorship, innovate pedagogical methods, and integrate digital media. Such measures are essential to facilitate a more robust and sustainable internalization of ma'rifatullah values and subsequent moral refinement. Abstrak. Penelitian ini dipicu oleh ketidaksesuaian yang diamati antara pemahaman teoretis ma'rifatullah dan penerapan praktis nilai-nilai moral di antara jemaat di Masjid Daarut Tauhiid di Bandung. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Program Ma'rifatullah Majlis Taklim dalam meningkatkan kualitas moral para pesertanya. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Analisis statistik dilakukan, didasarkan pada kerangka teoretis efektivitas program dan konseptualisasi ma'rifatullah oleh Al-Ghazali. Temuan empiris menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan program dikategorikan sebagai memuaskan, program tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan moral jemaat. Namun demikian, baik efektivitas keseluruhan program maupun kualitas moral dasar responden diklasifikasikan secara independen dalam tingkat yang menguntungkan. Studi ini menyimpulkan bahwa perkembangan moral tidak hanya bergantung pada intervensi programatik, tetapi juga secara signifikan dimediasi oleh faktor intrinsik dan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar administrator program menerapkan evaluasi berkala yang lebih ketat, memberikan bimbingan jemaat yang terarah, berinovasi dalam metode pedagogis, dan mengintegrasikan media digital. Langkah-langkah semacam ini sangat penting untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai ma'rifatullah yang lebih kuat dan berkelanjutan serta penyempurnaan moral selanjutnya.