Aspal merupakan material hidrokarbon kompleks yang berpotensi dikonversi menjadi fraksi hidrokarbon yang lebih ringan melalui proses pirolisis. Uap hasil pirolisis perlu dikondensasikan untuk memperoleh fraksi cair dan memisahkannya dari gas non-kondensabel. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat kondensor double pipe untuk proses destilasi uap hasil pirolisis aspal pada sistem reaktor berkapasitas 10 liter serta menganalisis karakteristik termal dan aliran pada rancangan tersebut. Metode penelitian meliputi identifikasi karakteristik uap, penentuan beban panas, pemilihan tipe dan material kondensor, perhitungan perpindahan panas, optimasi dimensi, pembuatan gambar teknik, fabrikasi, serta pemeriksaan kebocoran. Kondensor dirancang menggunakan Stainless Steel 304 dengan konfigurasi aliran counter-flow dan dua tahap pendinginan. Beban panas yang harus dilepaskan ditentukan sebesar 598,5 kJ untuk basis 1 kg aspal. Hasil perhitungan menunjukkan temperatur rata-rata fluida panas sebesar 247,5 °C dan fluida dingin sebesar 20,35 °C. Bilangan Reynolds masing-masing sebesar 522 pada sisi panas dan 8817 pada sisi dingin. Koefisien perpindahan panas film sebesar 45,75 kcal/h·m²·°C pada sisi panas dan 1749,13 kcal/h·m²·°C pada sisi dingin, sedangkan pressure drop masing-masing sebesar 0,000 bar dan 0,008 bar. Variasi dimensi menunjukkan bahwa kombinasi diameter shell 46,8 mm dan diameter tube 25,4 mm memberikan performa perpindahan panas tertinggi pada kondisi optimasi yang dianalisis. Perhitungan efektivitas pada kondisi desain menghasilkan nilai 0,94 atau 94%. Prototype berhasil difabrikasi menggunakan Stainless Steel 304 melalui proses pemotongan, pengeboran, penyelarasan, dan pengelasan TIG. Pemeriksaan awal menggunakan water leak test menunjukkan tidak ditemukan kebocoran pada sambungan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan kondensor double pipe dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem kondensasi uap hasil pirolisis aspal skala laboratorium.