Jittagon Caniyor
Santiwit School, Songkhla

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesiapan Guru dalam Menghadapi Permasalahan Belajar Anak Anuban 2 di Santiwit School Songkhla Thailand Clarista Ibtisama Qurotu ‘Aini; Senny Weyara Dienda Saputri; Jittagon Caniyor
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8236

Abstract

Masalah belajar pada masa kanak-kanak merupakan hambatan dalam proses belajar. Anuban 2, yang setara dengan Taman Kanak-Kanak A, memiliki berbagai anak yang mengalami masalah belajar seperti kesulitan menulis, hambatan budaya dan bahasa, ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah perilaku sosial, dan hiperaktivitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapan guru Anuban 2 dalam menangani masalah belajar anak-anak. Dalam proses penelitian, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Fenomenologi adalah jenis pendekatan untuk melihat pandangan dan pengalaman subjek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua informan dan analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa guru siap menjadi pendidik, namun dalam hal menangani anak-anak yang memiliki masalah belajar umum atau spesifik, guru belum sepenuhnya siap. Ketidaksesuaian yang signifikan antara kesiapan internal khru dengan dukungan sistemik dalam menangani anak yang memiliki permasalahan belajar khusus. Meskipun khru memiliki modalitas fundamental yang kuat berupa stabilitas emosional, motivasi dalam diri, dan kemampuan komunikasi interpersonal yang baik, potensi tersebut terhambat oleh minimnya bekal keilmuan spesifik dari pendidikan tinggi serta lemahnya dukungan manajerial sekolah. Ketidaksiapan ini diperburuk oleh keterbatasan fasilitas pembelajaran dan ketiadaan intervensi pengembangan profesional dari sekolah atau dinas pendidikan setempat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan urgensi reposisi kebijakan sekolah untuk beralih dari manajemen administratif menuju manajemen berbasis dukungan keterampilan mengajar dan menanagani anak-anak yang memiliki permasalahan belajar di kelas.