Sarif Robo
Prodi Ilmu Tanah, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Variabilitas Curah Hujan dan Perubahan Penggunaan Lahan untuk Pemetaan Potensi Banjir dan Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh Safrizal Safrizal; Cut Azizah; Abdul Malik; Sarif Robo; Misnawati Misnawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.891-899

Abstract

Banjir dan banjir bandang merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan, perubahan penggunaan lahan, dan kondisi biofisik wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas curah hujan dan perubahan penggunaan lahan serta memetakan potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Variabilitas curah hujan dianalisis menggunakan data CHIRPS periode 1981–2024 melalui pola tahunan, musiman, dan Antecedent Precipitation Index lima hari (API5) sebagai indikator kondisi basah sebelum kejadian. Perubahan penggunaan lahan dianalisis dengan membandingkan data tahun 1990 dan hasil klasifikasi citra Landsat 9 OLI 2 tahun 2025. Analisis spasial mengintegrasikan perubahan penggunaan lahan dengan Hydrologic Soil Group (HSG), Curve Number (CN), serta Flash Flood Potential Index (FFPI) untuk menggambarkan potensi banjir dan banjir bandang. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan di Bireuen memiliki pola ekuatorial dengan dua puncak hujan pada Maret–April dan November–Desember, sedangkan API5 tinggi pada tahun 2020 berasosiasi dengan kejadian banjir besar pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan menunjukkan berkurangnya hutan dan semak belukar disertai peningkatan perkebunan dan permukiman selama periode 1990 2025. Sekitar 90,6% wilayah didominasi HSG C dan D yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah hingga sangat rendah, sementara 54,7% wilayah berada pada kategori CN tinggi. Hasil FFPI menunjukkan bahwa 63,0% wilayah berada pada kategori potensi banjir bandang sedang dan 27,5% pada kategori tinggi, dengan variasi yang jelas antarkecamatan. Pola spasial tersebut menunjukkan bahwa potensi banjir dan banjir bandang di Kabupaten Bireuen berkaitan dengan kombinasi kondisi hidrometeorologi, penggunaan lahan, karakteristik tanah, dan fisiografi wilayah, sehingga pemetaan potensi dapat mendukung perencanaan tata ruang dan penentuan wilayah prioritas mitigasi.