Industri batik menghasilkan limbah cair dengan kandungan pencemar tinggi seperti kromium heksavalen (Cr⁶⁺), Chemical Oxygen Demand (COD), dan warna, yang melebihi baku mutu limbah cair industri tekstil (Permen LHK No. P.16/2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi kombinasi metode adsorpsi menggunakan karbon aktif dan zeolit dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Scirpus grossus (Mensiang) dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair batik. Proses adsorpsi dilakukan dengan sistem batch, kemudian dilanjutkan fitoremediasi selama 16 hari. Parameter yang diuji meliputi COD, Cr⁶⁺, dan warna. Waktu pengamatan dengan hasil terbaik penurunan parameter limbah cair batik dengan fitoremediasi menggunakan Scirpus grossus diperoleh pada hari ke-12. Konsentrasi Cr⁶⁺ berhasil diturunkan dari 2,3 mg/L menjadi <0,001 mg/L dengan efisiensi >99,9%. Nilai COD turun dari 11.971 mg/L menjadi 367,3 mg/L dengan efisiensi 97%, dan warna menurun dari 3.416 Pt-Co menjadi 180 Pt-Co dengan efisiensi 95%. Meskipun Cr⁶⁺ telah memenuhi baku mutu (≤1,0 mg/L), parameter COD dan warna masih melebihi standar (150 mg/L dan 200 Pt-Co). Dengan demikian, kombinasi metode adsorpsi–fitoremediasi mampu menurunkan konsentrasi Cr⁶⁺, COD, dan warna pada limbah cair batik, dengan kontribusi penyisihan terbesar terhadap COD dan warna terjadi pada tahap adsorpsi, sedangkan pengolahan lanjutan tetap diperlukan untuk mencapai baku mutu. Metode ini berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair batik, khususnya sebagai tahap pra-pengolahan atau pengolahan antara.