Muhammad Azhary Lazuardy
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat Atlas Medical Pioneer: Balai Pengobatan dan Khitanan Massal Gratis di Desa Putrajawa, Garut Athar Zaidan Hafidz; Hafiza Abdul; Fauzi Akmal Buntoro; Alifiansyah Muharram; Shabrina Aghniya Adam; Muhammad Azhary Lazuardy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27022

Abstract

ABSTRAK Akses terhadap layanan kesehatan dasar dan sirkumsisi (khitan) di wilayah pedesaan Indonesia masih menjadi tantangan, terutama pada masyarakat dengan keterbatasan geografis dan ekonomi. Atlas Medical Pioneer (AMP), organisasi kepecintaalaman berbasis medis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berupa Balai Pengobatan dan Khitanan Massal Gratis sebagai kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus wahana penerapan ilmu medis bagi anggota mudanya. Kegiatan bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar dan khitan gratis, memfasilitasi penerapan kompetensi medis Anggota Muda XXVII AMP, serta memperkenalkan AMP kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di SMP Negeri 1 Selaawi, Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, melalui layanan balai pengobatan umum (anamnesis, pemeriksaan fisik, peresepan obat) dan khitanan massal, melibatkan 1 dokter spesialis bedah umum anggota AMP, 7 dokter anggota AMP, 16 Anggota Muda XXVII AMP, dan 30 volunteer dari mahasiswa FK Unpad di bawah supervisi dokter dan operator berpengalaman. Hasil: Kegiatan melayani 91 pasien balai pengobatan dan 15 pasien khitan, memenuhi indikator keberhasilan minimal, meskipun distribusi pasien per sesi belum merata dan minat awal masyarakat terhadap khitan massal masih rendah. Program ini efektif memberikan akses layanan kesehatan sekaligus wahana pembelajaran praktis bagi Anggota Muda, namun memerlukan penguatan pada aspek sosialisasi, pencatatan data pasien, dan koordinasi logistik pada penyelenggaraan berikutnya. Kata Kunci: Balai Pengobatan, Khitanan Massal, Pengabdian Masyarakat, Kesehatan Pedesaan, Mahasiswa Kedokteran.  ABSTRACT Access to basic health services and circumcision in rural Indonesia remains limited, particularly for communities facing geographic and economic constraints. Atlas Medical Pioneer (AMP), a medical student organization at the Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, conducted a community service program consisting of a free clinic and mass circumcision as a contribution to improving community health while providing a practical learning platform for its junior members. This program aimed to provide free basic health and circumcision services, facilitate the application of medical competencies among the 27th cohort of AMP junior members, and introduce AMP to medical students at Universitas Padjadjaran. The activity was held on 5 October 2025 at SMP Negeri 1 Selaawi, Putrajawa Village, Selaawi Subdistrict, Garut Regency, through general clinic services (history-taking, physical examination, and drug prescription) and mass circumcision, involving 1 general surgeon of AMP, 7 doctors of AMP, 16 junior members of 27th cohort, and 30 student volunteers under the supervision of experienced physicians and operators. The program served 91 general-clinic patients and 15 circumcision patients, meeting the minimum success indicators, although patient distribution across sessions was uneven and initial community interest in mass circumcision was low. The program proved effective in providing health-service access while serving as a practical learning platform for junior members, though it requires stronger community outreach, patient-data recording, and logistical coordination in future implementations. Keywords: Free Clinic, Mass Circumcision, Community Service, Rural Health, Medical Students.