Remon Gunanta
Universitas Pignatelli Triputra, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CAR, NPL, BOPO, UKURAN BANK, DAN LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN BPR BKK DI JAWA TENGAH PERIODE 2021–2025 Ajeng Mahardhika Pratiwi; Remon Gunanta
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/geabfg25

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor internal yang memengaruhi kinerja BPR BKK di Jawa Tengah selama periode 2021-2025. Faktor-faktor yang diteliti meliputi kecukupan modal, risiko kredit, kinerja operasional, ukuran bank, dan kemudahan berusaha. Metode analisis multivariat digunakan dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan unit BPR BKK di Jawa Tengah, yaitu Pati, Balura, Tegal, dan Wonogiri. Analisis terhadap lima bank selama lima tahun menghasilkan 25 data observasi, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda setelah dilakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama, seluruh variabel independen memengaruhi kinerja keuangan. Namun, pengujian secara individual memberikan hasil yang berbeda. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loans (NPL), dan ukuran bank tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Fleksibilitas usaha menunjukkan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hasil ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank dalam mengendalikan biaya operasional dan menjaga fleksibilitas usaha memainkan peran penting dalam kinerja BPR BKK selama periode penelitian. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah jumlah sampel dan memperpanjang periode pengamatan, serta memasukkan faktor-faktor makroekonomi, guna memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja keuangan bank.