Arrdiyan SLA
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemenuhan Hak Atas Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas (Studi di SMP Negeri 16 Mataram) Arrdiyan SLA; Muh. Mabrur Haslan; Ega Anzani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak atas pendidikan bagi penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMP Negeri 16 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-sosiologis yang memadukan kajian terhadap ketentuan hukum dengan kondisi empiris di lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran, guru pendamping khusus, peserta didik penyandang disabilitas, serta orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan analisis pemenuhan hak pendidikan menggunakan kerangka 4A Katarina Tomasevski yang meliputi availability, accessibility, acceptability, dan adaptability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 16 Mataram telah berupaya memenuhi hak pendidikan bagi penyandang disabilitas melalui penyediaan layanan pendidikan inklusif, pemberian kesempatan belajar yang setara, penyesuaian proses pembelajaran, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Namun demikian, implementasi pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana yang aksesibel, belum optimalnya kompetensi tenaga pendidik dalam pendidikan inklusif, serta belum tersedianya sistem pembelajaran yang sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Berdasarkan kerangka 4A, aspek availability dan acceptability telah berjalan cukup baik, sedangkan aspek accessibility dan adaptability masih memerlukan penguatan melalui peningkatan fasilitas, pengembangan kompetensi guru, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak atas pendidikan bagi penyandang disabilitas tidak hanya ditentukan oleh keberadaan regulasi, tetapi juga oleh efektivitas implementasinya pada tingkat satuan pendidikan.