Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini yang memerlukan media pembelajaran yang sesuai untuk menstimulasi keterampilan membaca permulaan anak. Hasil observasi awal di RA Nurul Huda NW Banjarsari menunjukkan bahwa sebagian besar anak Kelompok B masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata sederhana, dan memahami bacaan pendek karena penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komik edukatif berbasis budaya lokal Sasak, khususnya legenda Putri Mandalika, serta mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan produk dinilai melalui validasi ahli, observasi anak, dan respons guru, sedangkan efektivitasnya dianalisis menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik memperoleh persentase kelayakan sebesar 96,43% dari ahli media, 97,27% dari ahli materi, 92,05% dari observasi anak, dan 94,17% dari respons guru, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 94,98% yang termasuk kategori sangat layak. Nilai rata-rata keterampilan membaca anak meningkat dari 49,53 pada pretest menjadi 79,40 pada posttest dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,59 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, komik edukatif berbasis budaya lokal Sasak dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada anak usia dini.