Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji hubungan antara Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis (Strategic Human Resource Management/SHRM) dan resiliensi organisasi (organizational resilience) dengan mensintesis artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan selama periode 2000 hingga 2014. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui proses identifikasi, penyaringan, evaluasi kelayakan, dan inklusi artikel dari beberapa basis data akademik, termasuk Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Sebanyak 25 artikel terpilih dianalisis melalui sintesis tematik berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk mengidentifikasi tren penelitian, kontribusi utama, tantangan implementasi, serta arah penelitian masa depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SHRM berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan resiliensi organisasi maupun karyawan, terutama melalui pengembangan modal psikologis (psychological capital) yang mencakup ketangguhan (resilience), optimisme, dan kemampuan adaptasi. Praktik utama SHRM yang mendukung resiliensi meliputi seleksi karyawan berbasis kemampuan adaptasi, pengembangan sumber daya manusia (Human Resource Development/HRD), penerapan sistem kerja berkinerja tinggi (high-performance work systems), serta fleksibilitas sumber daya manusia. Kajian ini menunjukkan bahwa SHRM tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme administratif, tetapi juga sebagai kapabilitas strategis dalam membangun kapasitas adaptif organisasi. Namun, implementasi SHRM masih menghadapi tantangan terkait perdebatan konsep best practices, fragmentasi konseptual, serta keterbatasan kajian pada konteks usaha kecil dan menengah. Penelitian masa depan perlu mengembangkan studi longitudinal dan komparatif lintas budaya untuk memahami efektivitas SHRM dalam membangun resiliensi organisasi secara berkelanjutan.