Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi perhatian penting dalam menghadapi tuntutan dunia industri yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pendampingan "BKK Menyapa" dan menganalisis kontribusinya terhadap kesiapan kerja siswa di SMKN Dander Bojonegoro. Program BKK Menyapa merupakan layanan bimbingan karier yang diselenggarakan oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) sekolah melalui serangkaian kegiatan terstruktur, meliputi sosialisasi mengenai dunia kerja, pelatihan keterampilan soft skills, penyuluhan tentang kesiapan kerja, workshop penyusunan portofolio, dan simulasi wawancara kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 372 siswa kelas XII dari berbagai program keahlian sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-5. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan kategorisasi kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BKK Menyapa dinilai "sangat baik" oleh 51,88% siswa dan "baik" oleh 30,91% siswa, mengindikasikan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan program. Adapun kesiapan kerja siswa berada dalam kategori "sangat siap" (30,10%) dan "siap" (50%), dengan total 80,10% siswa merasa siap memasuki dunia kerja. Program ini terbukti efektif membantu siswa memahami ekspektasi industri, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan keterampilan interpersonal, dan mempersiapkan kompetensi dasar dalam menghadapi proses seleksi kerja. Temuan penelitian merekomendasikan penguatan materi praktik wawancara, peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan industri, serta intensifikasi frekuensi pendampingan untuk mengoptimalkan kesiapan kerja seluruh siswa