This Author published in this journals
All Journal jurnal niara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Pariwisata Kampuang Sarugo (Saribu Gonjong) dalam Perspektif Community Based Tourism (CBT) di Provinsi Sumatera Barat Tisra Aulia; Meyzi Heriyanto; Hasim As’ari
Jurnal Niara Vol. 18 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/qhs3ev48

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya pariwisata di Indonesia yang menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan pariwisata Kampuang Sarugo dalam perspektif CBT dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif eksplanatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan ketua Pokdarwis, pemerintah nagari, tokoh adat, pelaku usaha wisata seperti homestay dan kuliner, serta masyarakat umum. Dokumentasi berupa foto kegiatan, arsip struktural Pokdarwis, data kunjungan wisatawan, dan catatan sejarah desa wisata turut menjadi bagian penting dalam penguatan data penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Kampuang Sarugo telah mencerminkan prinsip utama CBT. Masyarakat terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan berbagai kegiatan wisata, mulai dari pengoperasian homestay Rumah Gadang, penyediaan kuliner tradisional, hingga pelaksanaan atraksi budaya seperti randai, talempong, dan edukasi adat. Aktivitas wisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama perempuan dan pemuda, sekaligus mendorong pelestarian budaya Minangkabau. Meskipun demikian, penelitian menemukan masih adanya beberapa kendala seperti keterbatasan akses jalan, kapasitas SDM Pokdarwis yang belum merata, tantangan dalam pengelolaan promosi digital, serta kekhawatiran masyarakat terhadap dampak sosial budaya dari kedatangan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kampuang Sarugo memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maju, namun membutuhkan penguatan manajemen dan pendampingan berkelanjutan