Nur Ifadah Imamah
Fakultas Tarbiyah Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI QUR’ANI SISWA NON-MUKIM MELALUI METODE SOROGAN Nur Ifadah Imamah; Dwi Juli Priyono
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14446

Abstract

Qur'anic literacy encompasses not only proficiency in reading and writing the Qur'an but also the internalization and application of its values in daily life. Therefore, this study aimed to describe the strengthening of Qur'anic literacy among non-residential students through the Sorogan method at SMK Nahdlatuth Thalabah Wuluhan. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observations and interviews and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The participants consisted of two Qur'anic learning teachers and five non-residential students who were purposively selected because they were considered capable of providing in-depth and relevant information in accordance with the research focus. Data trustworthiness was established through triangulation. The findings showed that the Sorogan method strengthened Qur'anic literacy among non-residential students through the development of their abilities to read, write, and understand Qur'anic translations. In terms of reading, students improved their accuracy in applying tajwid rules, particularly mad ṭabī‘ī, through direct correction and repeated reading practice. In terms of writing, students were able to recognize the forms of hijaiyah letters, apply Arabic letter-connection rules accurately, and write Qur'anic verses according to established writing conventions. In terms of understanding Qur'anic translations, students were able to explain the meanings of verses and relate them to their daily behavior. This strengthening process was carried out through four stages: interaction, guidance, listening, and evaluation, which were implemented individually and continuously. Thus, the Sorogan method serves as a comprehensive instructional approach for strengthening Qur'anic literacy among non-residential students by developing their abilities to read, write, and understand Qur'anic translations. ABSTRAK Literasi Qur'ani tidak sekadar mencakup kemahiran membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga penyerapan serta penerapan nilainya dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan literasi Qur'ani siswa nonmukim melalui metode sorogan di SMK Nahdlatuth Thalabah Wuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek terdiri atas 2 guru pembelajaran Al-Qur'an dan 5 siswa nonmukim yang dipilih secara purposive yang dianggap mampu memberikan informasi yang mendalam, relevan, dan sesuai dengan fokus penelitian. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan memperkuat literasi Qur'ani siswa nonmukim melalui kemampuan membaca, menulis, dan memahami terjemahan Al-Qur'an. Aspek membaca, siswa mampu memperbaiki ketepatan penerapan hukum tajwid, khususnya mad ṭabi‘i, melalui koreksi langsung dan pengulangan bacaan. Aspek menulis, siswa mampu mengenali bentuk huruf hijaiyah, menerapkan kaidah penyambungan huruf Arab secara tepat, serta menulis ayat Al-Qur'an sesuai kaidah penulisan. Aspek memahami terjemahan Al-Qur'an, siswa mampu menjelaskan makna ayat serta menghubungkannya dengan perilaku sehari-hari. Penguatan tersebut berlangsung melalui tahapan interaksi, pembimbingan, penyimakan, dan evaluasi yang dilaksanakan secara individual dan berkesinambungan. Dengan demikian, metode sorogan menjadi pendekatan pembelajaran yang memperkuat literasi Qur'ani siswa nonmukim secara komprehensif melalui pengembangan kemampuan membaca, menulis, dan memahami terjemahan Al-Qur'an.