Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Ankle Foot Orthosis Desain Posterior Shell Jointed Plantarflexion Stop pada Rehabilitasi Pasien Pascastrok Anissa Eka Septiani; Muhammad Syaifuddin; Sisybania Sisybania; Hisyam Syafi’ie
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.403

Abstract

Strok merupakan gangguan cerebrovascular yang ditandai dengan defisit neurologis akibat iskemia atau perdarahan pada jaringan otak, dan menjadi salah satu penyebab utama kecacatan fisik jangka panjang, termasuk drop foot dan deformitas metatarsus adductus, yang berdampak signifikan terhadap kemampuan fungsional dan kualitas hidup penderita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan Jointed Plantar Stop Ankle Foot Orthosis (AFO) kepada seorang pasien pascastrok kedua yang sedang menjalani program rehabilitasi fisioterapi. Metode yang diterapkan adalah pelayanan ortotik klinis langsung berbasis bukti, mencakup tahapan assessment, casting, rectification, fabrication dari bahan polyethylene dengan sendi plantar stop, fitting, pelatihan penggunaan alat, serta evaluasi pola berjalan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa AFO yang diberikan mampu mencegah toe drag dan foot slap, memperbaiki alignment deformitas metatarsus adductus, serta meningkatkan stabilitas dan keseimbangan saat berjalan. Pasien dan keluarga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap fungsi alat ortosis yang diberikan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi ortotik yang terkoordinasi dengan program fisioterapi dalam mendukung pemulihan fungsional pasien pasca strok.
FOOT ORTHOSIS KUSTOM PADA GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KEAMANAN Muhammad Syaifuddin; Hisyam Syafi’ie
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Gangguan muskuloskeletal (MSDs) adalah cedera yang memengaruhi pergerakan sistem muskuloskeletal tubuh manusia. Pekerja supermarket rentan mengalami MSDs karena tugas mereka menangani material secara manual. (Syafiq Darul Ridzuan & Joan Bernard, 2022). WRMSDs adalah kontributor terbesar terhadap beban penyakit akibat kerja dan sebagian besar terkait dengan faktor ergonomi yang ditemukan di tempat kerja (Akodu & Ashalejo, 2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kondisi muskuloskeletal adalah penyebab paling umum dari kecacatan dan keterbatasan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Gangguan muskuloskeletal (MSDs) selanjutnya diklasifikasikan sebagai gangguan spesifik atau nonspesifik. Gangguan muskuloskeletal spesifik memiliki ciri klinis yang jelas, sedangkan gangguan muskuloskeletal non-spesifik muncul dengan nyeri tanpa bukti gangguan yang jelasspesifik (Krishnan et al., 2021).   Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest– posttest; partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. perubahan skor nyeri dengan Nordic Body Map sebelum intervensi (dasar) dan setelah intervensi Kostum Foot Orthosis selama 4 minggu dan evaluasi dilakukan setiap 2 minggu.   Hasil: Keluhan nyeri muskuloskeletal sebelum dilakukan tindakan sebesar 64,07 sedangkan setelah dilakukan tindakan sebesar 50,67. Terlihat bahwa nilai rata-rata keluhan nyeri muskuloskeletal menunjukkan adanya penurunan nyeri sebesar 13,40 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dimana keluhan yang paling berat terdapat pada ekstremitas bawah.   Kesimpulan: Penggunaan Foot Orthosis Custom berpengaruh pada pengurangan rasa nyeri pada Penyakit Muskuloskeletal.